PRN SUMENEP | Berdasarkan berita dan informasi dengan seringnya kejadian kekerasan kepada wartawan sebagai dari pilar ke-4 Demokrasi yang berfungsi menjadi kontrol. Karena dari itu Team 16 Sumenep mengutuk keras kepada para pelaku pengeroyokan yang terjadi kepada saudara Kholiq wartawan Bongkar86 di Sumenep dan pelaku pembunuh saudara Demas Laira wartawan media online Kabardaerah.com di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Sungguh tidak berperikemanusiaan pengeroyokan dan pembunuhan tersebut yang dua-duanya terjadi di saat seluruh Indonesia dalam momen merayakan dan mengenang hari yang bersejarah yaitu di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 tahun 2020.
Sahabat kita Kholiq wartawan media online Bongkar86 telah dikroyok dan di aniaya disaat sedang memblokir jalan dalam misi memperjuangkan perbaikan jalan yang rusak diduga akibat Truk pengangkut material proyek milik PT. Garam yang lewat, pengeroyokan tersebut terjadi di depan Mapolsek Gapura, tanggal 17 Agustus 2020 sekitar pukul 09.30 wib.
Dan pembunuhan terhadap kawan kita Demas Laira wartawan media online Kabardaerah.com dengan beberapa tusukan di tubuhnya yang ditemukan warga di pinggir jalan raya, Kamis malam 20 Agustus 2020 di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Dari itu Team 16 Sumenep kumpulan dari beberapa elemen yang ada di Sumenep, Advokat, Wartawan, LSM dan pemuda masyarakat melalui pernyataan Moh. Fandari SH (Ketua) ikut belasungkawa kepada rekan kita seprofesi dan seperjuangan.
“Ikut berduka cinta atas tragedi yang menimpa sahabat, rekan kita seprofesi Demas Laira wartawan media kabardaerah.com di Mamuju Sulawesi, yang terbunuh setelah melakukan peliputan di suatu desa”. Ucap Moh. Fandari melalui rilis di grup WhatsApp. Minggu 23 Agustus 2020.
Di kesempatan yang sama Moh. Fandari juga memaparkan bahwa team 16 Sumenep mengutuk keras kepada semua pelaku penganiayaan dan pembunuhan terhadap kawan seprofesinya.
“Kami Team 16 mengutuk keras kepada semua pelaku pembunuhan pada Demas Laira dan pengeroyokan yang main hakim sendri, dengan cara penganiyaan secara bersama sama bahkan menggunakan helm di HUT RI ke-75 tahun 2020 pada saudara kholiq hingga babak belur”. Papar Moh. Fandari.
Demi ditegakkannya keadilan, team 16 meminta pihak Polri khususnya Polres Sumenep segera mengambil tindakan tegas dan cepat untuk menangkap semua pelaku pengeroyokan yang main hakim sendri yang terjadi di depan Polsek Gapura pada tanggal 17 Agustus 2020.
“Tidak ada alasan Kepolisian untuk tidak melakukan penangkapan kepada semua pelaku, karena bukti pelaku anarkis penganiyaan terekam di video yang sudah tersebar dan kami yakin Polres Sumenep akan bekerja secara profesional sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu demi untuk menegakkan keadilan”. Tegas Moh. Fandari. (Erfandi)

