PRN SUMENEP | Ditengah kondisi pandemi Covid-19 Pemerintah mengupayakan pelaksanaan program pembangunan di setiap wilayah tetap dilakukan, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan mengurangi pengangguran melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal.
Pembangunan adalah aspek paling penting dalam suatu Negara yang pada hakikatnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, demikian halnya Indonesia.

Foto beberapa proyek drainase yang baru dibangun tapi sudah hancur
Sedangkan temuan awak media terhadap pekerjaan proyek saluran air (drainase) di desa Kalianget Barat, kecamatan Kalianget, kabupaten Sumenep, 29/10/2020, tidak ada keterbukaan publik, dikarenakan tidak terlihat pemasangan papan nama sebagai wujud Keterbukaan informasi publik berdasarkan Undang-undang no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik. Sehingga masyarakat tidak mengetahui anggaran yang digunakan tersebut dari mana dan berapa besarannya? dan terkesan di sembunyikan dari masyarakat dan publik.
Selain itu hasil investigasi awak media di lapangan, pasir yang digunakan dalam proyek tersebut menggunakan pasir tanah dan serbuk batu galian, yang diduga bahan tersebut tidak sesuai dengan spek, sehingga dugaan kuat pihak pelaksana proyek tersebut diduga meraup keuntungan besar dari pelaksanaan proyek tersebut.
Sedangkan penjelasan dari salah satu Kordinator aktifis yang ada di Sumenep menjelaskan bahwa pasir yang harus digunakan untuk proyek drainase bantuan dari Pemerintah tersebut wajib menggunakan pasir hitam atau pasir sungai yang kadar lumpurnya minim dan batu yang digunakan harus batu alam atau batu gunung yang tidak ada tanah/lumpur yang lengket.
Dikarenakan minimnya pengawasan dari pihak terkait, sehingga oknum pihak pelaksana proyek diduga tidak menggunakan bahan sesuai spek dalam pelaksanaannya. Hal tersebut berdampak banyak proyek drainase di desa Kalianget Barat yang sudah dibangun banyak yang rusak dan roboh, yang diduga kualitas bangunannya sangat rendah, dimi untuk meraup keuntungan besar.
Dari temuan tersebut yang sangat disayangkan Suharto selaku Kades Kalianget Barat tidak merespon konfirmasi awak media melalui chat WhatsApp untuk mengetahui anggaran proyek tersebut dari mana?, sedang WhatsApp nya terlihat online, tertanggal 29/10/2020, dan sampai berita ini tayang tidak ada tanggapan dari Kades setempat.
Melalui berita ini, di minta kepada pihak yang berwenang untuk melakukan evaluasi dan kontrol dalam pelaksanaan proyek yang dilakukan di desa Kalianget Barat demi untuk kemajuan dan ketransparanan dalam penggunaan anggaran tersebut, agar tidak terjadi pemotongan anggaran oleh orang yang tidak bertanggungjawab. (Erf/Tim).

