close
HUKUM

Hakim Pengadilan Negeri Serang Sedang Diuji Keprofesionalannya

JAKSA PENUNTUT UMUM DIDUGA MENYERAHKAN DAKWAAN TERHADAP TERDAKWA “LH” DENGAN CARA TIDAK CERMAT YANG BERPOTENSI DAKWAAN BATAL DEMI HUKUM (ABSOLUT NIETIG);

PRN DEPOK | Berawal adanya seorang Direktur dari sebuah Perseroan Tebatas (PT) telah ditangkap tanggal 07 September 2020 dan ditahan oleh Penyidik Dittipideksus Mabes Polri karena diduga sebagai Pelaku  tindak pidana Pemalsuan Surat dan atau memasukkan keterangan palsu kedalam akta nomor 17 tanggal 24 Januari 2018 tentang pengangkatan Direksi dan Komisaris perseroan “PT. KK”;

Penangkapan dan penahanan tersebut disebabkan adanya Laporan Polisi No : LP/B/1002/XI/2019/Bareskrim dengan pelapor atas nama “NC.,S.H.” dan Terlapor “LH” tanggal 28 November 2019 yang saat ini Perkaranya sudah dilimpahkan pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Serang Dalam Perkara Pidana No. 1102 /Pid.B/2020/PN.SRG sidang pertama tanggal 05 Januari 2021 Pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum No.Reg.Perk : PDM – 459/SRG/XI/2020;

Seusai sidang Perkara Pidana No. 1102 /Pid.B/2020/PN.SRG, Wartawan Pena Rakyat mendekati salah satu Kuasa Hukum Direktur “PT.KK” di luar Pengadilan Negeri Serang ENDANG SRI FHAYANTI,S.H.,MH.Profesi Advokat/Pengacara dan Krue Pena Rakyat menanyakan apa pendapat PH tentang Surat Dakwaan JPU tertanggal 05-01-2021 tersebut?;

ENDANG SRI FHAYANTI,S.H.,MH ditanya demikian Tersenyum dan menjelaskan dengan singkat bahwa Dakwaan JPU tidak Cermat dan tidak jelas, ujarnya;

JPU dalam surat dakwaannya No.Reg.Perk : PDM – 459/SRG/XI/2020 menyatakan bahwa PT.KK dimana Terdakwa “LH” menjabat sebagai Direktur Utama, sedangka dalam penjelasan yang ditulis JPU pada Organ Perseroan dan Pemegang saham Terbaca dengan Jelas direktur Utama “PT.KK” adalah CHANG SIE FAM  dan bukan Terdakwa “LH”, maka Dakwaan JPU dikatagorikan Tidak Cermat dan tidak Jelas, Lanjut “PH”;

Kalua begitu kenyataannya menurut Hukum apa akibat hukumnya Ibu, lanjut Pena Rakyat News kepada PH ENDANG SRI FHAYANTI, S.H.MH, sambal tertawa lebar PH menjawab, Kalau Hakimnya sedang melaksanakan amanah Undang-undang yang mengadili sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,……”Ya …….Dakwaan JPU tersebut dinyatakan BATAL DEMI HUKUM (ABSOLUT NIETIG) Dalam putusan sela setelah saya menyerahkan Eksepsi tanggal 11-01-2021 besok, Karena “Lebih baik melepaskan 1000 orang yang bersalah, daripada menahan satu orang yang tidak bersalah“, kata ENDANG SRI FHAYANTI,S.H.,MH, disinilah Majelis Hakim PN Serang sedang diuji Keprofesionalannya dan keberaniannya melaksanakan Undang-Undang; (Tim.PRN.Red)

Tags : DepokKepastian Hukum

Leave a Response