close
Covid 19KABAR JATIM

PPKM Sidoarjo Hari Ke-3, “SENSE OF CRISIS” Forkopimka Tulangan Dipertanyakan. Cafe dan Karaoke Tetap Buka, Apa Pejelasan Camat?

PRN SIDOARJO | Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo tidak memberi kesan adanya “SENSE OF CRISIS”. Istilah yang sering dipakai presiden Jokowi untuk menggambarkan kepekaan atas situasi darurat.

Karaoke dan Cafe tetap beroperasi meski poin ke 6 dari Surat Edaran Bupati menginstruksikan untuk mematuhi Perbup 58 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat Pada Masa Transisi. Kamis, 14/1/2021.

Dalam Perbup 58 Tahun 2020 pasal 18 poin 2  yang telah diubah dengan Perbup 72 Tahun 2020 jelas menyatakan bahwa Karaoke dilarang beroperasi. Hal ini juga ditegaskan oleh Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) pada jumpa Pers pada Senin, 21/12/2020 di Pendopo kabupaten Sidoarjo.

“Saya tegaskan Perbup 58 masih berlaku, tempat hiburan malam masih belum diijinkan beroperasi,” demikian kutipan penjelasan Kasatpol PP Widiantoro Basuki.

Ketegasan Komandan penegak Perda ini tidak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan. Dari pantauan Media, di wilayah hukum Kecamatan Tulangan, rata-rata Karaoke masih tetap buka dengan leluasa.

Sebut saja Cafe dan Karaoke X (bukan nama sebenarnya, red). Karaoke yang berlokasi di Jalan Raya Kebaron no. 44 ini tetap beroperasi. Dengan 4 Room yang dimiliki, awak media yang menyamar sebagai pengunjung ditawarkan LC (wanita pemandu lagu) dan paket minuman beralkohol.

Menyikapi hal ini, Camat Tulangan Drs. YOKO DIDIK yang di mintai konfirmasinya, menyampaikan bahwa saat ini kegiatan tersebut diperbolehkan dengan kapasitas berkurang.

“Kan sekarang boleh dengan kapasitas berkurang kalau saya ngak salah ya,” demikian penjelasan Camat.

Lebih lanjut pemegang kendali pemerintah Kecamatan ini menyampaikan bahwa perbup 58 berlaku jika kegiatan usaha ini melebihi pembatasan jam malam.

“Kalau melebihi jam malam ya,” demikian ungkap pak Camat merespon penyataan awak media yang menegaskan bahwa Perbup 58 tahun 2020 masih berlaku walau sudah ada Surat Edaran Bupati.

Masih dalam keterangan Yoko, dalam keterangannya, pemimpin pemerintah Kecamatan ini mengakui bahwa di wilayahnya memang belum ada tempat Karaoke yang memiliki ijin.

“Kalau ijin ya belum ada mas,” jawab Camat ketika ditanya berapa banyak tempat Karaoke yang telah memiliki izin di wilayah Tulangan.

Disisi lain, Kapolsek Tulangan menyampaikan respon baik terhadap permasalahan ini. Dalam pernyataannya, AKP. Anak Agung GPW. S.H. menyampaikan siap dan mendukung penegakan hukum atas setiap informasi yang masuk.

“Saya akan segera berkordinasi dengan forkopimka sebab ini rananya penegakan Perda,” demikian keterangan Kapolsek yang terkesan menghargai wewenang Satpol PP sebagai penegak Perda. (Yuli/Samosir)

Tags : Covid-19KaraokePerbup 58PPKM

Leave a Response