PRN SUMENEP | Pelabuhan kapal feri di Kalianget adalah pelabuhan satu -satunya di ujung timur selat madura, yang terletak di Kota Tua Kalianget, Kabupaten Sumenep, yang masih difungsikan sebagai tempat sarana bongkar muat penumpang barang dan orang dalam transportasi laut jurusan Kalianget, Kepulauan, dan pelabuhan Jangkar, dalam kondisi sangat memprihatinkan, Selasa 09/02/2021.
Tiang dan jembatan penumpang pejalan kaki sudah banyak bergantungan (kropos/patah), jalan aspal berlubang, lampu penerangan jalan banyak yang padam, sudah bertahun-tahun tanpa ada perbaikan sangat membahayakan bagi penumpang dan masyarakat sekitar yang berlalu – lalang di area pelabuhan tersebut.
BERITA SEBELUMNYA : https://penarakyatnews.id/2017/12/12/jembatan-penyeberangan-pelabuhan-kalianget-rusak-berat-kepala-dishub-tutup-mata/
Demi untuk keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang serta masyarakat sekitar yang melintas, kerusakan pelabuhan tersebut mendapat sorotan sejumlah awak media yang tergabung di Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Perwakilan Sumenep dan Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) di Sumenep yang juga warga Kalianget.

Menurut keterangan Muslimin Kepala UPT Pelabuhan Kalianget saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa kerusakan tersebut sejak tahun 2009, dan sudah melakukan permohonan untuk perbaikan kepada Dinas Perhubungan.
“Kerusakannya bertahap, takal dulu yang rusak sejak tahun 2009, dan dari pengajuan yang dulu itu sudah ada tanggapan, insyallah bulan Maret ke April ini mungkin diperbaiki, kalau jalan aspal adalah wilayah Pelindo,” ucap Muslimin kepada awak media dan lembaga di kantornya. Sabtu 06/02/2021.
Sedangkan Korlap Pelindo III Warso Kurniawan saat dikonfirmasi di kantor, mengatakan bahwa kerusakan jalan yang berlubang tersebut sudah di infokan ke kantor pusat.
“Karena anggaran kita terbatas, perbaikan itu bertahap, Pelindo fokus pada pekerjaan proyek baru di pelabuhan utara karena permintaan masyarakat Kepulauan,” tutur Kurniawan, Senin 08/02/2021.
Sedangkan jalan yang rusak adalah akses masuk bagi wisatawan dan setiap hari dilewati mobil untuk penyebrangan Kalianget-Talango dengan dipungut biaya karcis masuk, ditanya hasil pendapatan Pelindo dari karcis tersebut, Kurniawan enggan menyebutkan, malah mengecam sejumlah media dan lembaga dengan udang-undang ITE, karena dirinya merasa difoto dan direkam disaat konfirmasi dan tanyajawab berlangsung di kantor Pelindo III. (Tim/Erf)

