26 C
Mojokerto
BerandaLAWAN KORUPSITerkesan Asal Jadi! Rabat Beton Rusak Walau Usia Jalan Baru Hitungan Bulan

Terkesan Asal Jadi! Rabat Beton Rusak Walau Usia Jalan Baru Hitungan Bulan

PRN LAMPUNG| Pembangunan jalan rabat beton di Desa Gunung Sari Kecamatan Waykhilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung diduga asal jadi. Pasalnya, sebagian jalan rabat beton tepatnya di Dusun Dua, dan Dusun Tiga sudah banyak yang rusak.

Rabat Beton yang menyerap anggaran Dana Desa tahun 2019 sebesar 58.000.000,- tersebut kini sudah mengelupas semua. Kamis 4 Maret 2021.

Suseno, dan warga masyarakat desa Gunung Sari, diantaranya. H, Jangi, Sukarno, Ruddin menyatakan pembangunan rabat beton di desa tersebut banyak kejanggalan dan tidak transparan.

“Jalan tersebut baru beberapa bulan selesai pengerjaannya namun sudah mengalami kerusakan. Hal ini jelas membuktikan bahwa pekerjaan pembangunan jalan rabat beton itu asal jadi dan terkesan amburadul,” kata Suseno.

Sebagai masyarakat di desa Gunung Sari, dirinya merasa sangat kecewa dengan kondisi pembangunan di desa itu.

Dugaan masyarakat tentang tidak transparannya pembangunan ini cukup berdasar. Pasalnya, papan informasi proyek yang seharusnya dipasang, sampai proyek ini selesai tak pernah ada wujudnya.

Ditambahkannya, selain sudah banyak yang rusak, pembangunan jalan rabat beton itu juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), seperti tidak menggunakan batu split

Dikatakannya, pembangunan rabat beton di dusun 2 dan dusun 3 itu juga sudah pernah melaporkan beberapa aitem yang di duga fiktif dan asal-asalan. Hal tersebut telah dilaporkan ke pihak inspektorat kabupaten Pesawaran.

Masyarakat meminta agar Inspektorat Kabupaten Pesawaran mengaudit Dana Desa Gunung Sari yang diduga banyak penyelewenganya.

“Tapi pada waktu itu sudah beberapa kali kami masyarakat datang melaporkan ke kantor inspektorat, Pesawaran tapi tidak pernah ada yang mengubris, kata yang jaga Kepala inspektorat sedang Dinas luar iya mas seno nanti kalau kepala inspektorat ada mas kami gubungi,” ujar Suseso menirukan penjaga kantor Inspektorat.

Hinga saat ini, lanjutnya, belum pernah ada yang memberikan kabar ataupun menindaklanjuti persoalan itu dan melakukan pengecekan langsung pembangunan jalan rabat beton dan beberapa item yang diduga fiktif itu.

“Kami sebagai masyarakat tentu ingin pembangunan di Desa ini bisa maksimal serta berkualitas karena untuk kepentingan masyarakat, dan juga perangkat Desa bisa lebih transparan dalam penggunaan anggaran terutama yang bersumber dari DD itu,” jelasnya.

Awak media mencoba mengkonfirmasi permasalahan ini ke kepala Desa Gunung Sari. Hingga berita ini tayang, Haytul Haqi belum dapat ditemui di ruangan kerjanya.

PRN mencoba menemui salah satu Kepala Dusun yang pada saat itu berada di kantor desa setempat. Kepada media, ia mengatakan pekerjaan rabat beton yang di keluhkan oleh masyarakat tersebut, baik di dusun Dua dan dusun Tiga itu menggunakan batu split namun tidak banyak.

“Batas ukuranya memang tidak sesuai dengan aturan dari takaran pasir semen dan batu seplit yang seharusnya hanya buat satu meter itu di jadikan 4 meter gitu mas, sebenarnya pake batu seplitnya tapi tidak sesuai aturan, karna pada saat itu yang mengerjakan pun bukan warga yang ada di dusun itu mas,” kata dia yang enggan disebutkan identitasnya.

Dirinya juga mengeluhkan sikap arogansi Kepala Desa Gunung Sari dan tidak ingin mendengarkan masukan dari aparatur pekon dan masyarakat setempat (MUHAIDIN)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya