26 C
Mojokerto
BerandaHUKUMSidang Pidana No : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk Hari Ini, Pembacaan Putusan Sela Oleh Ketua...

Sidang Pidana No : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk Hari Ini, Pembacaan Putusan Sela Oleh Ketua Majelis PN Yogyakarta

PRN DEPOK | Berawal dari Hutang piutang, di Bank Danamon yang diduga dari Ranah Perdata yang dipaksakan ke ranah Pidana mengakibatkan seorang berinisial GAW, warga Kel/Desa Pandeyan Kota Yogyakarta menjadi pesakitan di PN. Yogyakarta (29-03-2021);

Pihak orang Tua GAW yang tidak terima anaknya dikriminalisasi oleh Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini selalu mengikuti jalannya persidangan Perkara Pidana No : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk sejak tanggal 09-03-2021 menginformasikan jalannya persidangan kepada Pena Rakyat News(29-03-2021).

Pada saat sidang pertama tertanggal 09-03-2021 secara Online, Ketua Majelis Hakim sudah bersuara lantang memimpin sidang namun terdakwa GAW bersama PHnya dilapas tidak jelas mendengar suara Majelis Hakim (terputus-putus), maka Ketua Majelis Hakim meminta kepada Jaksa Penuntut Umum KLIWON SUGIYANTO, S.H.,Dkk agar Terdakwa (GAW) dihadirkan di ruang sidang PN. Yogyakarta tertanggal 17-03-2021 atau pada sidang selanjutnya secara of line (semua pihak hadir di ruang sidang PN.Yyk);

Bahwa pada sidang pembacaan Eksepsi oleh Penasehat Hukum GAW yakni Teddy Hendrawan, S.H. tertanggal 17 Maret 2021 Jaksa Penuntut Umum tidak mampu menghadirkan Terdakwa dipersidangan,dan ketua Hakim Pengganti menetapkan sidang selanjutnya hari Senin, tanggal 22 Maret 2021, ujar orang Tua GAW melanjutkan;

Bahwa pada sidang tanggal 22 Maret 2021 saat tanggapan JPU atas eksepsi dari PH terdakwa, Jaksa Penuntut umum KLIWON SUGIYANTO, S.H. Dkk mengulang kembali ketidak taatanya terhadap Ketua Majelis Hakim, dengan cara tidak menghadirkan TERDAKWA dipersidangan, lanjut orang Tua GAW kepada Pena rakyat dengan nada kesal;

Ditempat terpisah Wartawan Pena Rakyat menemui Penasehat Hukum GAW Teddy Hendrawan,S.H. dan menanyakan tanggapan terkait Persidangan Perkara Pidana dimaksud.

Teddy Hendrawan, S.H mengatakan, Pada sidang berikutnya (29-03-2021), Wartawan Pena Rakyat News Moch. Ansory,S.H., meminta izin meliput kepada Ketua Majelis Pengganti, dan diizinkan secara lisan untuk meliput jalannya Persidangan Perkara Pidana No : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk dan bertindak sebagai wartawan Pena Rakyat saat persidangan berlangsung (29-03-2021);

Penasehat Hukum Teddy , S.H., menemukan kejanggalan dalam Persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengganti BANDUNG SUHERMOYO, S.H.,M.Hum tersebut, yang Tidak Pernah Menegur Jaksa Penuntut Umum KLIWON SUGIYANTO, S.H.,Dkk untuk menghadirkan Terdakwa (GAW) Dipersidangan walau sudah diperintahkan oleh Ketua Majelas Hakim Terdahulu pada Sidang tanggal 09-03-2021 yang lalu;

Bahwa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Yogyakarta Kliwon Sugiyanto, S.H.,Dkk Didapati mengulang kembali ketidaktaatanya terhadap Ketua Majelis Hakim Perkara Pidana No : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk yang sejak tanggal 09-03-2021 meminta agar JPU menghadirkan Terdakwa GAW dipersidangan berikutnya oleh karena Sidang secara online tidak jelas dan suaranya terputus-putus;

Bahwa Penasehat Hukum GAW Teddy Hendrawan, S.H., sangat menyayangkan Jaksa Penuntut Umum yang atas Permintaan Ketua Majelis Hakim tidak mampu menghadirkan Terdakwa GAW dipersidangan  tanggal 17 Maret 2021, 22 Maret 2021 dan tanggal 29 Maret 2021, menandakan bahwa “Penuntut  Umum telah menunjukkan sikap tidak menghormati persidangan” yang berpotensi Tuntutan JPU tidak dapat diterima, ujar PH. GAW kepada Wartawan PRN;

Bahwa oleh karena dalam perkara ini Penuntut Umum belum juga berhasil menghadapkan Terdakwa ke persidangan walau sudah diperintahkan oleh Ketua Majelis Hakim meskipun telah diberi beberapa kali kesempatan sehingga persidangan telah berjalan dalam kurun waktu antara tanggal 09 Maret 2021 s/d 29 Maret 2021;

Menimbang, bahwa kurun waktu tersebut merupakan tenggat waktu cukup lama, karenanya cukup beralasan bagi Majelis Hakim untuk beranggapan Penuntut Umum sudah tidak mampu lagi menghadapkan/menghadirkanTerdakwa ke persidangan, sehingga dapat dinyatakan tidak serius dalam mengemban amanah undang-undang selaku pihak yang diberi kewenangan untuk melakukan penuntutan;

Bahwa fenomena ini sangat tidak mendukung terealisasinya azaz peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, sehingga tindakan Penuntut Umum sedemikian tersebut tidak dapat ditolelir lagi, lanjut PH GAW.

Bahwa dalam rangka mewujudkan azas peradilan serta menerapkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1981 yang pengertiannnya diperluas oleh petunjuk Mahkamah Agung diatas, maka cukup beralas bagi Majelis Hakim untuk menyatakan penuntutan yang dilakukan oleh Penuntut Umum terhadap diri Terdakwa dalam perkara ini tidak dapat diterima, Kecuali terjadi Rechterlijke Dwaling; Penasehat Hukum GAW Teddy Hendawan, S.H., melanjutkan Bahwa M. Yahya Harahap dalam bukunya berjudul Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP (hal. 111) mengatakan bahwa hukum tidak membenarkan proses peradilan in absentia dalam acara pemeriksaan biasa dan pemeriksaan acara singkat. Tanpa hadirnya terdakwa dalam persidangan, pemeriksaan perkara tidak dapat dilakukan.

Sehingga Majelis Hakim yang memeriksa perkara Nomor : 58/Pid.B/2021/PN.Yyk, layak dan patut & quot ; Menyatakan surat dakwaan atas diri “GAW” tidak dapat diterima karena JPU tidak mampu menghadirkan Tersangka dipersidangan dan Tindakan JPU yang tidak mampu menghadirkan Terdakwa dipersidangan bertentangan dengan yang dimaksud Pasal 56 Ayat (1) KUHAP, berpotensi surat dakwaan JPU batal demi hukum," kata Teddy Hendrawan,S.H. dengan bersemangat.

Teddy Hendrawan,S.H. selanjutnya mengatakan Moch. Ansory,S.H yang dalam perkara tersebut sebagai asisten dari PH GAW Teddy Hendrawan, S.H. namun tanpa dasar hukum yang jelas Ketua Majelis Hakim Bandung, S.H., menolak kehadiran Asisten Teddy Hendrawan, S.H. tersebut, maka Moch. Ansory minta izin meliput Persidangan ini sebagai Wartawan Pena Rakyat News dan bukan sebagai asisten advokat.

Sehingga melihat dan mendengar sendiri pada Persidangan yang terbuka untuk umum tertanggal 29-03 2021 Ketua Majelais Hakim Bandung, SH. Menerima Dakwaan dan menerima Pendapat Penuntut Umum atas eksepsi Penasehat Hukum Terdakwa GAW melalui Pembacaan Putusan Sela, apakah ini yang disebut-sebut oleh Para Pakar Hukum dengan sebutan “miscarriage of justice (peradilan sesat)”, Peradilan sesat berasal dari kalimat Rechterlijke Dwaling (Belanda) yang jika dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia berarti “kesesatan hakim”. ? ujar Teddy Hendrawan,S.H. mengakhiri tanggapannya 22-03-2021( Moch Ansory/Red);

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya