23.8 C
Mojokerto
BerandaOPINIBeginilah Perbedaan antara Gugatan & Permohonan Dalam Hukum Acara Perdata

Beginilah Perbedaan antara Gugatan & Permohonan Dalam Hukum Acara Perdata

Oleh:
Iskandar Laka, S.H., M.H.
Dosen FH Uniyos Sby dan Penasehat Hukum PRN.

Didalam praktik Hukum Acara Perdata di Indonesia dikenal dua istilah utama dalam klasifikasi perkara perdata, yaitu gugatan dan permohonan, sering kita mendengar dua istilah tersebut, meski begitu banyak di antara kita yang masih belum memahami dua istilah tersebut, mari kita bahas apa bedanya antara gugatan dan permohonan, berikut penjelasannya;

Apakah yang dimaksud dengan Gugatan?
Gugatan adalah surat tuntutan hak perdata yang didalamnya mengandung suatu sengketa atau perselisihan antara para pihak (dua pihak atau lebih) dimana salah satu pihak disebut sebagai penggugat untuk menggugat pihak lainnya sebagai tergugat.

Sedangkan yang dimaksud dengan permohonan yaitu; kebalikannya dari gugatan, dalam permohonan tidak mengandung unsur sengketa di dalamnya, sehingga pihak yang ada dalam permohonan merupakan pihak tunggal yang disebut sebagai pemohon, lebih konkritnya Ini ciri yang membedakan antara gugatan dan permohonan:

“PERMOHONAN”
Permasalahan bersifat kepentingan sepihak (tunggal) tanpa melibatkan pihak lain.
Permasalahan tidak mengandung sengketa dengan pihak lain.
Permasalahan bersifat Ex Parte yaitu bersifat bebas murni dan mutlak satu hanya terdiri dari satu pihak Produk hukumnya berupa Penetapan dengan kode (Pdt.P)

“GUGATAN”
Permasalahan hukum mengandung sengketa.
Sengketa terjadi antara para pihak, 2 (dua) pihak atau lebih.
Pihak yang satu berkedudukan sebagai penggugat dan pihak yang lainnya berkedudukan sebagai tergugat”. Produk hukumnya berupa putusan dengan kode (Pdt.G)

Mekanisme dalam Pemeriksaan Gugatan. Proses pemeriksaan gugatan di pengadilan berlangsung secara (contradictoir) yaitu masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk membantah setiap dalil yang diajukan oleh pihak lain baik dalam bentuk kontra gugatan replik-duplik (jawab jinawab) dan membuat kesimpulan.

Tahapan dalam pemeriksaan gugatan umumnya meliputi tahapan jawab-menjawab (jawaban pertama, replik, duplik, dan, tahapan pembuktian surat dan saksi, Kesimpulan dan diakhiri dengan tahapan putusan akhir dan pelaksanaan putusan akhir.

Dalam Pemeriksaan Permohonan
Proses pemeriksaan permohonan di pengadilan dilakukan secara ex-parte yang bersifat sederhana yaitu hanya mendengarkan keterangan pemohon, memeriksa bukti surat atau saksi yang diajukan pemohon dan tidak ada tahap replik-duplik dan kesimpulan. Setelah permohonan diperiksa, maka pengadilan’ akan mengeluarkan penetapan atau ketetapan.

Berikut ini adalah beberapa contoh kasus riil tentang permohonan dan Gugatan

PERMOHONAN antara lain; Penetapan Ahli Waris Perubahan Nama, Pengangkatan Anak, Perbaikan Akta Catatan Sipil, konpensasi nikah, dll

GUGATAN antara lain;
-Gugatan Perbuatan Melawan Hukum
-Gugatan Wanprestasi

Demikian uraian singkat tentang perbedaan antara Permohonan dan Gugatan dalam proses Hukum Acara Perdata yang kami sajikan diruang Opini Hukum PRN kali semoga bisa mencerahkan dan bermanfaat bagi Pembaca setia kami.

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya