23.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMAnggarkan 70 Juta Untuk Tambatan Hewan, Ini Penjelasan Kades Kapas

Anggarkan 70 Juta Untuk Tambatan Hewan, Ini Penjelasan Kades Kapas

PRN BOJONEGORO| Sepuluh batang tambatan hewan di Pasar Kambing Desa Kapas, Kec. Kapas, Bojonegoro diduga habiskan anggaran 70 juta rupiah dalam laporan pertanggung jawaban anggaran pendapatan dan belanja desa tahun 2020. Selasa (8/6/2021).

Pengawasan penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya dana yang digelontorkan dari APBN dan APBD ini kerap tidak tepat sasaran dan rawan diselewengkan.

Alih-alih tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa hanya menjadi cita-cita belaka.

Sebut saja di desa Kapas, Bojonegoro. Penelusuran PRN berawal dari munculnya nominal 70 juta rupiah dalam laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran desa yang diunggah di web Kemendes.

Dalam laporan, keterangan penggunaan anggaran berupa Pembangunan/ pengembangan/ pemeliharaan/ pengelolaan sarana dan prasarana pasar desa/pasar Hewan.

PRN mencoba melalukan penelusuran di lapangan. Dari penelusan awak media, didapati proyek pengadaan sarana tahun 2020 berupa tambatan hewan di pasar Kambing ternak yang berumlah 10 batang dengan panjang  6 meter.  Terbuat dari besi medium galvanis 2 inc, tambatan disanggah tiang besi 3/4 inc dgn pedistal masing-masing 4 titik.

Tim PRN mencoba mengkalkulasi harga pasar yang eskalasi tidak jauh berbeda dengan tahun 2020. Menurut pelaku usaha jual beli bahan material yang tidak bersedia disebut namanya, perkiraan harga bahan untuk keseluruhan tambatan hewan ternak tidak lebih dari 10 juta.

“Harga barang ngak jauh dengan tahun 2020 mas,” kata pengusaha.

PRN mencoba mengonfirmasi temuan ini ke kepala desa. Kepada awak media, Kepala desa menyampaikan bahwa proyek yang dilaporkan dalam laporan pertanggung jawaban baru akan segera dimulai pengerjaannya.

“Salah bukan seperti itu faktanya. Ini baru mo saya mulai,” Kata Kades lewat sambungan pesan Aplikasi Whatsapp.

Aneh tapi nyata. Penggunaan anggaran sudah dilaporkan pada tahun 2020 namun pengerjaannya baru akan dimulai setelah pertengahan 2021. Ada apa dengan Desa Kapas? Wallahualam.

(Arengga/tim)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya