PRN BEKASI | 23 JUNI 2021 Selama satu tahun lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Pemerintah telah menerapkan banyak kebijakan untuk mengatasinya. Mulai dari Penerapan Protokol Kesehatan,Pembagian Masker, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.
Kebijakan yang banyak tersebut menunjukkan betapa bahayanya Pandemik COVID-19, yang telah banyak memakan korban jiwa di segala penjuru Indonesia, sehingga membuat pemerintah harus benar-benar bekerja keras dalam penanganan Virus yang sangat mematikan itu.
Kerja keras tersebut di tunjukkan kepala desa Mangun Jaya, beserta jajaran nya yang dipimpin Jayadi Said, dan turut serta juga Kepala Puskesmas Mangun Jaya dan Kamtibmas dan Bimaspol dari Polsek Tambun serta Babinsa selaku garda Terdepan dalam kegiatan ini.
Hingga saat ini selalu mengupayakan percepatan penanganan Covid-19, dimana pada hari senin 21/6/2021 beliau beserta pegawainya melakukan Kegiatan Scraning Swab AntiGen yg di berikan kepada warga sejumlah100 orang di perum Bumi Lestari RT 008RW 014,,dari 75 warga yg Di Swab Anti Gen,,7 Orang yg di nyatakan Positif dan Sisa nya Negatif.
Tidak sampai disitu saja upaya yang beliau lakukan dalam percepatan penanganan Virus tersebut. pembagian ratusan maskerpun kepada warga langsung dilakukan dan memberikan woro-woro agar warga selalu pakai masker,baik dirumah maupun diluar..
Ketika di wawancarai awak media Bp.H.Iwan Setiawan S.Kep selaku pucuk Pimpinan Kepala Puskesmas di Wilayah Desa Mangun Jaya mengatakan
” untuk saat ini bisa di katakan wilayah Mangun Jaya jauh dari Wil.Jona Merah,karena sampai saat ini kasus nya Berpindah pindah dan tidak banyak juga yg positif, Beliau juga mengatakan agar Perkembangan kasus Covid 19 di wilayah nya jangan sampai terulang lagi.” Imbuh nya
Sampai saat ini diakui belum ada penjelasan resmi bagaimana menetapkan sebuah daerah masuk zona merah virus Corona. Apakah karena banyak angka positif corona atau ada parameter lain, ini tidak dijelaskan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
“Dalam waktu 24 jam terjadi misalnya 11 kasus secara bersamaan , kalo ini kan ada yg tanggalnya udah tanggal 6,udah tahap penyembuhan udah lewat berartikan , kasus yang baru nah itu kan ibarat nya kan sistemnya buntu itukan bukan dikatakan jona merah kalo sistemya begitu Peningkatan prestasi kasus yang sangat signifikan dikategorika jona merah.” Ujar kepala puskesmas
Team Awak Media menanyakan tentang kasus covid khusus Desa Mangun Jaya yang saat ini belom terwacana dan masih jauh dari kata jona merah
”Jauh dari jona merah makannya kemaren saya turun langsung kemaren ama pak toto ayo pak kita ke RW 21 yang dikatakan itu jona merah kita klarifikasi lagi kita lakukan terapi ulang kita periksa pemeriksaan labnya kalo seandainya memang waktu itu dinyatakan berbarengan langsung misalkan 11 orang atau lebih itu tetep, karena ini yang dinyatakan jona merah dari mana makannya saya liat dulu yang positif dulu yang sudah dibuktikan dengan hasil lab teryata kemren pas Rt 13 cuman 3 orang terus di Rw 3 dan udah sembuh dan itu Cuma waktu 6.” Ujar kepala puskesmas
Selain itu Bp Rauf Perwira Asistensi Wilayah Jona Merah Bimaspol Dari Polsek Tambun Selatan juga Meminta supaya mereka sebagai Lini Garda Terdepan dalam Penanganan Kasus Covid 19 ini agar di Perhatikan Pemerintah pusat,serta di lengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) yg saat ini minim di gunakan di lapangan,dan himbauan kepada warga juga agar tetap memakai masker baik dirumah maupun diluar rumah. Harap Sang Perwira itu
Ditempat berbeda Jayadi Selaku Pucuk pimpinan Pemerintah mangun Jaya, berharap penuh kepada semua warga agar serius dalam penanganan Covid-19, menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Saya menghimbau agar semua warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yg telah di terapkan oleh Pemerintah,termasuk menghindari kumpulan Arisan, maupun pesta Pernikahan. karena berpotensi menimbulkan Kerumunan” ucapnya Mantan Serka itu
” kitakan tau bahwa VIRUS ini adalah musuh terberat bangsa kita saat ini, baik dari segi penularannya yang begitu cepat, maupun dampak buruknya bagi kesehatan. Maka dari itu kita tidak punya alasan, untuk tidak serius dalam pencegahannya demi keselamatan bersama” sambungnya. (Sumanggar)

