PRN MOJOKERTO | Para pedagang pasar Dinoyo kecamatan Jatirejo mulai gerah dengan situasi dan kondisi pasar, pasalnya kenyamanan berdagang sudah tidak didapatkan, stan dalam pasar banyak yang mangkrak dan pedagang lebih memilih berdagang di pinggiran jalan, sedangkan restribusi jalan terus. Ada apakah penataan pasar Dinoyo ?.
Hal ini sempat diadukan oleh MS (inisial, red) di redaksi Pena Rakyat News 31/5/2021, MS yang sudah bertahun-tahun berdagang di Pasar Dinoyo saat ini sangat mengeluh dan hampir putus assa dengan kondisi pasar Dinoyo yang semakin ‘Ngawur’.
Penarikan restribusi yang berasa pungli dari oknum-oknum yang mengatasnamakan pihak pasar terasa menambah kepusingan para pedagang, pasalnya menurut MS dirinya yang berdagang di stan dalam pasar hampir tak tersentuh pembeli, karena pembeli lebih memilih beli kebutuhannya di pinggir jalan pasar. Ungkap MS.
MS menambahkan, pernah para pedagang mendapat ancaman bahwa apabila lapak yang ada didalam tidak digunakan maka akan dialihkan kepada orang lain, hal ini menambah tertekannya kami sebagai pedagang sebab kalau kami tidak berinisiatif berjualan di luar pasar juga seperti yang lain, maka dagangan kami juga terjual, walaupun terasa berat harus membayar restribusi doble.
Menanggapi hal ini Samsul, S.H. selaku Pengurus pusat Yayasan Perlindungan Konsumen YAPERMA berjanji akan menelusuri akar dari permasalahan pasar Dinoyo, sebab menurutnya dari awal proses pembangunan pasar ini, pria yang juga sebagai Pembina LBH – Ilsam ini sudah mengantongi data dugaan kejanggalan dan penyimpangan.
“ini semacam menunggu bom waktu saja sebenarnya, sebab kami masih melengkapi data pendukung untuk mengungkap dugaan penyimpangan yang ada di pasar Dinoyo, Kedungmaling, Pohjejer dan lainnya” Tutup Samsul. (gun/tim)

