By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Ketua Gapoktan Ditumbalkan, Oknum PNS dan Kanit Shabara Diduga Terlibat Penggelapan Traktor Milik Dinas
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Ketua Gapoktan Ditumbalkan, Oknum PNS dan Kanit Shabara Diduga Terlibat Penggelapan Traktor Milik Dinas
KABAR JATIM

Ketua Gapoktan Ditumbalkan, Oknum PNS dan Kanit Shabara Diduga Terlibat Penggelapan Traktor Milik Dinas

Redaksi
Last updated: 14 September 2021 8:07 am
Redaksi
Published: 14 September 2021
Share
SHARE

PRN LAMONGAN| ST, ketua kelompok tani di Lamongan diduga dijadikan tumbal setelah Santoso, Oknum PNS Dinas Pertanian dan Juariah (kekasih Santoso) meminjam traktor sejak tahun 2020 hingga kini tidak dikembalikan.

Traktor sempat digadai dan “dititipkan” sebelum akhirnya ditebus oleh Umar, Doni dan Juariah dengan uang 14 juta dan melibatkan Ipda BS (inisial, red), Kanit Shabara Polsek Wilayah Jombang. Bukannya dikembalikan ke kelompok tani, traktor diduga dititipkan kepada Ipda BS hingga kini tidak jelas keberadaannya. Senin (13/9/2021).

Saling lempar tanggung jawab terjadi antara Santoso, Juariah dan Ipda BS terkait traktor dinas Pertanian.

Mencuatnya permasalahan traktor ini berawal ketika ketua Gapoktan ST mengetahui bahwa dirinya merupakan pihak ke dua yang menandatangani perjanjian dengan dinas pertanian terkait teraktor.

Pasalnya, menurut pengakuan ST, sejak diserahterimakan, traktor hanya dalam hitungan jam saja berada dalam kelompok taninya sebelum akhirnya dipinjam oleh Santoso, Penyuluh Dinas Pertanian.

“Pagi acara, sore diambil sama pak Santoso dan bu Juariah,” kata SETU pada awak media.

Dalam penelusuran PRN, diketahui bahwa Juariah merupakan kekasih dari Santoso. Informasi yang dihimpun didapati keterangan bahwa pasangan ini kerap terlibat dalam praktek gadai unit kendaraan.

YN (inisial, red), seorang pengusaha di Mojokerto mengakui bahwa dirinya pernah berurusan dengan pasangan ini dalam konteks gadai mobil.

“Waktu itu pinjam saya 35 juta dengan anggunan mobil Wuling kalau ngak salah,” Kata YN pada wartawan.

Masih dalam keterangan YN, disampaikan bahwa pernah suatu ketika Santoso dan Juariah meminta mobil anggunan untuk dipinjamkan agar dapat kembali digadaikan guna menebus teraktor yang sedang menjadi sorotan LSM pada saat itu.

“Saya diiming-iming akan segera dicarikan uang untuk langsung dilunasi utangnya,” kata YN.

Masih dalam keterangan YN, Oleh karena tak dapat memenuhi janji, Juariah kembali menitipkan teraktor yang belakangan diketahui milik dinas pertanian. Demikian alur perpindahan barang milik negara ini dari Lamongan ke Mojokerto.

Satu bulan berada di Mojokerto, teraktor akhirnya diambil oleh Juariah bersama dengan Umar dan Ipda BS. Bermodalkan uang 14 juta dan janji akan melunasi kekurangan sebanyak 21 juta, berpindahlah teraktor dari Mojokerto ke Jombang.

Dari keterangan yang dihimpun awak media, pada saat peralihan teraktor ke Jombang, hubungan antara Santoso dengan Juariah sudah tidak harmonis lagi seperti sedia kala. Yang tadinya saling sayang sebagai kekasih, kini mulai berubah.

Informasi yang diberikan nara sumber pada awak media, bahwa hilangnya teraktor diduga sebagai bentuk kesengajaan untuk membalas “dendam” Juariah kepada Santoso dengan cara menyembunyikan nya.

Kepada awak media, narasumber menyebut bahwa ada dugaan kerjasama antara Ipda BS dengan Juariah untuk menyembunyikan barang bukti.

PRN mencoba mengkonfirmasi langsung hal ini kepada Ipda BS. Dihubungi melalui seluler, BS membenarkan bahwa dirinya pernah dilibatkan ketika mengambil teraktor dari YN di Mojokerto untuk di bawa ke Jombang.

“Tapi itu uang yang 14 juta bukan punya saya tapi pak Umar,” kata BS.

Selanjutnya tentang keberadaan teraktor, BS menampik jika mesin produksi pertanian ini ada dalam kuasanya. Sembari mengisaratkan solusi, BS memberitahu bahwa teraktor ada pada Juariah.

“Juariah itu permintaannya simpel, pertemukan dengan Santoso, selesai,” kata Ipda BS.

Terkait hal ini, awak media mencoba mengonfirmasi Juariah. Ditanyakan kebenaran informasi yang disampaikan oleh Ipda BS, Juariah justru melemparkan tanggung jawab kepada Santoso.

“Njngan tangleti male Santoso leres nopo traktor Ten kulo,” demikian balasan WA Juariah.

Mengikuti saran Juariah, awak media mencoba menghubungi Santoso. Kepada PRN Mantan Sekertaris desa ini dengan yakin mengatakan bahwa teraktor dikaryakan oleh Juariah di Jombang.

“Itu dipinjam Juariah untuk dikaryakan di Jombang mas,” kata Santoso.

Menurut informasi yang didapat, pada hari senin (13/9/2021), ST, ketua kelompok tani, telah dipanggil oleh dinas pertanian Kabupaten Lamongan untuk diminta pertanggung jawabannya. Sementara ST menanggung apa yang tidak diperbuat, oknum-oknum yang terlibat justru sedang bermain bola panas.

Kepada Wartawan, Samsul S.H., kuasa hukum ST dengan tegas akan membawa permasalahan yang menimpa kliennya sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Siapapun yang terlibat kami akan laporkan,” tutup Samsul yang juga merupakan pembina LBH-PRN.

(Tim)

You Might Also Like

Kepala Desa Se-Kecamatan Krembung Bersama Kejari Sidoarjo Adakan Sosialisasi Peningkatan Pengelolaan Dana Desa
Ancam Bunuh Dengan Sajam, Ruddin Dilaporkan ke Polsek Dungkek
Dugaan Pengkondisian Proyek, Aktivis Ancam Geruduk Kantor BPKAD Banyuwangi
Warga Randegan Ditemukan Tewas Membujur Kaku Di Sungai
Kapolres Jombang Apresiasi Personil gabungan, Pengamanan Habib Umar bin Hafids Berjalan Kondusif
TAGGED:PertanianTeraktor Dinas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATENG

Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Redaksi
By Redaksi
3 Oktober 2026
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?