30.8 C
Mojokerto
BerandaLAWAN KORUPSIDitengah Menjeratnya Perekonomian Masyarakat, Bendahara Desa Mampu Memiliki Mobil Baru

Ditengah Menjeratnya Perekonomian Masyarakat, Bendahara Desa Mampu Memiliki Mobil Baru

PRN SUMENEP | Sejak pandemi Covid-19 sampai PPKM diberlakukan, banyak masyarakat kurang mampu yang menjerit karena kondisi perekonomian menjerat dirinya. Didik Bendahara Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, malah mampu memiliki mobil baru berwarna putih yang selalu diparkir di depan rumahnya.

Hal itu membuat sejumlah orang bertanya-tanya tentang seluk-beluk bisa memiliki mobil baru tersebut. Sedangkan sejumlah KPM BLT DD yang kehilangan mata pencahariannya hanya bisa menjerit karena di tahun 2020 hanya menerima BLT DD 2 bulan (Rp. 600.000/bulan) dan di tahun 2021 hanya 1 bulan (Rp. 300.000).

“Ini gimana BLT DD yang Desa Marengan Daya kok belum juga dicairkan, sedangkan di desa lainnya sudah pada cair semua,” jerit KPM Kepada awak media.

Yang sangat mengejutkan awak media, salah satu warga yang secara spontan mengatakan bahwa mantan Kades Marengan Daya akan membongkar dan memberikan data tentang persoalan yang ada di dalam Pemerintahan Desa Marengan Daya. Hal itu di karenakan mantan Kades kecewa kepada Didik karena dinilai berpaling kepada calon lain.

“Terkait persoalan tentang Pemerintahan Desa Marengan Daya, mantan Kades akan bongkar semuanya nantinya, karena sudah kecewa terhadap Didik yang berpaling kepada calon lain saat Pilkades kemarin, sedangkan yang menjadikan dia sebagai bendahara desa adalah mantan Kades,” tegas dia, Jum’at malam 03/12/2021.

Maka dari itu, meminta kepada pihak BPK dan Inspektorat Sumenep untuk melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep.

Karena berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Arip mantan Ketua BPD yang sebelumnya sudah pernah ditayangkan dalam pemberitaan media PRN, bahwa sejak menjabat sebagai Ketua BPD sebelum dalam penggunaan APBDesa Marengan Daya, dirinya tidak pernah dilibatkan dan tidak pernah memegang stempel BPD.

Berita Sebelumnya; https://penarakyatnews.id/2021/10/13/penggunaan-dd-di-desa-marengan-daya-perlu-di-periksa/

Terkait mobil baru yang berwarna putih tersebut, Didik tidak mau menjelaskan dengan alasan mobil tersebut adalah mobil kreditan milik saudaranya yang hanya bekerja sebagai penjual gorengan. sedangkan mobil tersebut sering digunakan oleh Didik.

Untuk mengetahui pendapatan Didik di luar gaji sebagai perangkat desa, awak media menanyakan tentang pekerjaan sampingan atau bisnis lainnya diluar sebagai perangkat desa, Didik diam membisu tanpa membalas chat WhatsApp wartawan. (Erf/Tim)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya