30.8 C
Mojokerto
BerandaBISNIS, EKONOMIOverconfidence Tanggapi Keluhan, Kadisparpora Mojokerto: "Wisata Padusan Tetap Favorit, Masy Tdk Terpengaruh"

Overconfidence Tanggapi Keluhan, Kadisparpora Mojokerto: “Wisata Padusan Tetap Favorit, Masy Tdk Terpengaruh”

PRN MOJOKERTO| Viral di Medsos, Warga Net mengeluhkan mahalnya berwisata di Pacet serta maraknya pungutan. Kadisparpora Kab. Mojokerto tanggapi enteng keluhan masyarakat karena setiap tahun juga muncul keluhan yang sama. Rabu (5/1/2022).

Sehari sejak postingan diunggah di akun facebook Dwi Anto, keluhan warga net ini langsung mendapat tanggapan Netizen. Setidaknya ada 400 lebih komentar yang disampaikan hingga berita ini rilis.

Pro dan Kontra memenuhi kolom komentar. Sebut saja akun Rizkyfebriyanti Pratama, dalam komentarnya menyampaikan bahwa praktek seperti ini sudah ada sejak lama.

“Sudah dari dulu,  pintu masuk bayar karcis.. Terus naik keatas…bayar lagi parkir mobil harga nya mehong… Kalo ndak mau bayar di suruh turun…”, tulis akun facebook Rizky ini.

Keluhan lain juga disampaikan akun Vetto,

“Saya juga gitu, pisan ae kesana, jalan sedikit apa” bayar disana,” kata Vetto dalam postingannya.

Senada dengan Vetto, akun Edy Haryanto juga mengugkapkan kekecewaan dan iktiar tidak akan berwisata ke Pacet.

“Aku dan keluarga ya gak akan kembali lagi berwisata k pacet.lebih baik ke cangar batu/selekta,” tulis Edy.

Viralnya permasalahan di objek wisata Padusan Pacet berawal dari keluhan akun Dwi Anto yang merasa pungutan menuju objek wisata ini terlalu banyak.

Setelah pengunjung ditarik tarif retribusi di gerbang utama sebesar 50 ribu untuk dua sepeda motor dan tiga orang, di area parkir juga masih ada pungutan penitipan motor sebesar 10 ribu. Padahal retribusi parkir di gerbang utama sudah dipungut dalam karcis.

Bukan saja itu, pengunjung juga harus membayar retribusi tambahan sebesar 10 ribu rupiah jika ingin menikmati kolam pemandian air Panas.

Dalam penelusuran PRN, ketidak ihklasan pengunjung cukup beralasan. Besaran retribusi yang tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat menjadi alasan utama Netizen.

Netizen menyandingkan wisata Padusan Pacet dengan beberapa tempat yang lebih nyaman dan murah. Sebut saja, Cangar, Trawas, Prigen, Selecta, Taman Safari.

Terkait hal ini, PRN Mencoba meminta tanggapan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto. Kepada awak media, Amat Susilo, menanggapi enteng permasalahan ini.

“Wisata padusan tetap jd favorit.. masy tdk terpengaruh berita tsb, krn berita seperti hampir tiap thn ada,” kata Amat lewat pesan aplikasi WhatsApp.

Tampaknya pemerintah Kabupaten Mojokerto terkesan Overconfidece menanggapi permasalahan seperti ini. Keluhan warga dianggap sesuatu yang lumrah dan tidak akan memberi efek apapun.

Keseriusan Dinas Pariwisata dalam mengembangkan wisata Padusan Pacet dipertanyakan publik.

(Red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya