31.8 C
Mojokerto
BerandaNUSANTARAKepala SMPN 3 Way Bungur Disinyalir Korupsi Dana BOS

Kepala SMPN 3 Way Bungur Disinyalir Korupsi Dana BOS

PRN Lampung Timur | Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 3 Way Bungur Kabupaten Lampung timur pada tahun 2020 sebesar Rp 233.530.000 disinyalir terdapat penyimpangan yang patut dipertanyakan kepada Kepala Sekolah selaku kuasa penggunaan anggaran yang mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah BOS di tahun (2020-2021).

Pasalnya terlihat bangunan sekolah tidak terawat saat tim awak media investigasi di lokasi sekolah tepatnya SMP Negri 3 Way Bungur, Selasa (1/3/2022). Dari sebagian ruang kelas terlihat belum ada perawatan ringan, seperti cat tembok yang sudah kusam, dan plafon terlihat sudah banyak yang jebol.

Yang mana menurut data rekapitulasi penyaluran anggaran bantuan operasional BOS di tahun 2020 saja, keperuntukan perawatan sarana dan prasarana sekolah (sarpras) di komponen nomor 8 mencapai Rp 58.165.000 (Lima puluh delapan juta seratus enam puluh lima ribu rupiah).

Tapi nyatanya sebagian ruang kelas siswa terlihat belum ada pengecatan, plafon pun terlihat hancur. Ada indikasi gedung sekolah SMPN 3 Way Bungur tersebut sudah lama tidak adanya perawatan. Tidak sampai disitu, awak media menanyakan pembelajaran dan ekstrakurikuler di masa pandemi sekolah dengan sistem belajar daring, namun Kepala sekolah mengatakan tidak ada kegiatan pembelajaran Daring, tapi tetap dianggarkan pada tahap 2 dan 3 di tahun 2020 sebesar Rp 11.211.750.

Ketika dikonfirmasi terkait hal perawatan, Kepala sekolah enggan berkomentar ketika ditanya terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah BOS. “Inisal NV selaku Kepala sekolah SMPN 3 Way Bungur Kabupaten Lampung timur, terkesan enggan memberikan keterangan realisasi penggunaan dana BOS yang dia kelola”.

“Kami nggak bisa ngasih jawaban karena situ bukan atasan saya, kata Kepsek NV pada saat dikonfirmasi oleh tim media ini. Dan semua anggaran dana BOS di sini sudah diperiksa atasan saya, seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat dan, BPK”, ujar NV.

“Jadi mohon maaf kami nggak bisa kasih penjelasan”, tambahnya. Selain itu di SMP N 3 tidak memasang papan informasi dana BOS. Sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran sekolah yang di biayai oleh dana BOS.

Lebih lanjut disampaikan Kepala sekolah NV bahwa “plafon di ruangan kelas siswa siswi ini diturunkan atas persetujuan Kepala Dinas, karena pada waktu itu plafon siswa siswi terdapat banyak sarang kelelawar”, ucapnya yang mencatut atas nama kadisdik Kabupaten Lampung Timur. Maka dari itu plafon ini diturunkan dan pada waktu itu kami belum di sini”, cetus kepala sekolah.

Dari itu dari tim media ini melanjutkan meminta keterangan di Dinas Pendidikan Labupaten Lampung timur, terkait Kepsek catut nama Kadis bahwa perusakan plafon atas persetujuan Kadis. Namun Kepala Dinas Pendidikan Kabid Dikdas dan bagian Sapras tidak ada di kantor.

Diminta kepada Dinas terkait APH (Aparat Penegak Hukum) Kejari Lampung Timur, dan BPK untuk mengkroscek dan mengaudit indikasi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah SMPN 3 Way Bungur Kabupaten Lampung Timur. (Dawin)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat