Agus Siswanto, seorang pemimpin yang efektif, terpilih sebagai Kepala Desa Larangan pada tahun 2018. Ia memiliki visi yang jelas untuk memperbaiki Desa Larangan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan memanfaatkan aplikasi Sipraja, yang membantu masyarakat dalam administrasi dan memberikan pelayanan yang lebih prima. Kepala Desa Larangan juga sangat fokus pada lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih. Ia mendukung aksi masyarakat yang menjaga lingkungan dan memberikan bantuan untuk meningkatkan kesadaran. Hasilnya, Desa Larangan mendapatkan penghargaan dari Program Kampung Iklim Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, Kepala Desa Larangan juga sangat perhatian terhadap cagar budaya dan kesehatan warga, terutama terkait stunting yang menjadi momok bagi Kabupaten Sidoarjo. Ia membangun 12 unit Septic Tank komunal untuk warga bantaran sungai, yang membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Salah satu program unggulan yang diatur dalam Surat Keputusan Nomor 050/297/438.6.1/2022 oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo adalah rekomendasi lokasi pendampingan fasilitas kegiatan terkait akses sanitasi aman dan air minum aman di Desa Larangan, Kecamatan Candi. Rekomendasi ini diberikan oleh USAID IUWASH Tangguh. Program-program seperti ini penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak, yang mana dapat berkontribusi pada perubahan perilaku keluarga terkait penggunaan jamban sehat.
Program unggulan yang berfokus pada kesadaran masyarakat dan kualitas lingkungan dengan mendirikan bank sampah adalah program yang sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan lingkungan. Bank sampah adalah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Dengan adanya bank sampah, masyarakat dapat lebih sadar dan aktif dalam mengelola limbah, serta meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan.
Selain itu, program kemandirian ekonomi yang memungkinkan masyarakat untuk memulai menanam melalui mandiri (selada hidroponik dan kemudian dijual) juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas lingkungan. Dengan memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam pengelolaan lingkungan, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negative dari praktik pengelolaan lingkungan yang tidak berkelanjutan.
Program unggulan berikutnya adalah mendukung sepenuhnya upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, ia segera memberikan bantuan berupa satu unit mesin penghancur daun. Tidak hanya itu, pada tahun yang sama, ia bersama Ketua RW juga menerima penghargaan Program Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup. Banyak tanaman yang dilestarikan, termasuk butorantas dan berbagai tanaman herbal lainnya. Ia juga mendukung adanya Solar Cell (Pembangkit Listrik Tenaga Matahari) sebagai salah satu upaya penghematan energi. Program kebudayaan lainnya adalah perbaikan makam para tokoh seperti Pembabat Alas Desa, Mbah Sampurno, Mbah Stat, Mbah Sindu, dan tokoh lainnya.
Untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan pengikut dalam mencapai tujuan organisasi, Agus menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan kualitas lingkungan. Dalam analisis ini, Agus dapat dikaitkan dengan Teori Kepemimpinan Transformasional yang menekankan pada kemampuan pemimpin untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan pengikut dalam mencapai tujuan organisasi.
- **Menginspirasi**: Agus menunjukkan kemampuan untuk menginspirasi masyarakat dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, seperti mendirikan bank sampah dan program kemandirian ekonomi. Inisiatif-inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan kualitas lingkungan.
- **Memotivasi**: Agus memotivasi masyarakat dengan memberikan bantuan dan dukungan langsung, seperti memberikan bantuan klaster satu unit mesin penghancur daun. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih motivasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- **Memberdayakan**: Agus memberdayakan masyarakat dengan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam pengelolaan lingkungan. Dengan memungkinkan masyarakat untuk memulai menanam melalui mandiri dan kemudian dijual, Agus memberdayakan masyarakat untuk berkontribusi pada pengelolaan lingkungan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas lingkungan.
Agus Kepala Desa Larangan menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan kualitas lingkungan. Dengan menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan masyarakat, Agus dapat dikaitkan dengan Teori Kepemimpinan Transformasional yang menekankan pada kemampuan pemimpin untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan pengikut dalam mencapai tujuan organisasi.
Prestasi pada bulan ini adalah Juara Pertama Kategori RT Asri yang diraih oleh RT 47/RW 09 di Desa Larangan, Kecamatan Candi. Desa Larangan telah membawa pulang prestasi yang menonjol dalam kategori tersebut.

