By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: KALIANGET MERUPAKAN KOTA MODERN PERTAMA DI MASA PENJAJAHAN VOC
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » KALIANGET MERUPAKAN KOTA MODERN PERTAMA DI MASA PENJAJAHAN VOC
KABAR JATIM

KALIANGET MERUPAKAN KOTA MODERN PERTAMA DI MASA PENJAJAHAN VOC

Redaksi
Last updated: 16 September 2020 12:46 am
Redaksi
Published: 16 September 2020
Share
SHARE

PRN SUMENEP | Kota Tua Kalianget merupakan kota yang memiliki sejarah di masa penjajahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dulu kala dan sebagai salah satu kota modern pertama di Pulau Madura, Jawa Timur, Kalianget memiliki pelabuhan penyeberangan terbesar di Madura sebagai tempat transportasi laut antar Kalianget dengan kepulauan Sumenep dan Jangkar, yang letaknya di ujung timur kota keris Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa 15/09/2020.

Sejarah Kota Tua Kalianget, ini di bangun Pada masa VOC dan diteruskan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Kalianget di kembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di selat Madura, yang menjadi incaran utama bagi penjajah terdahulu. Pelabuhan pertama dan tertua di Sumenep adalah pelabuhan Kertasada, lataknya sekitar 10 km dari pusat kota Sumenep.

Menurut keterangan Tadjul Arifien R (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya) menjelaskan bahwa, Ketika Sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun sebuah benteng yang terletak di Kalianget barat, namun dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut selat Madura, Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah tersebut dikenal dengan nama “Loji Kantang”. Ucapnya.

Akhirnya pada tahun 1785 pihak VOC pun membangun Benteng di daerah Kalimo’ok, dikarenakan lokasinya yang cenderung tinggi dari lingkungan sekitar sebagai pertahanan dan perlindungan dari penyerangan lawan. bangunan tersebut memiliki nilai sejarah sehingga dijadikan salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh BP3 Trowulan Jawa Timur.

Seiring dengan dibangunnya benteng tersebut, pemukiman-pemukiman orang Eropa mulai menyebar di daerah Marengan dan Pabean, terlihat pada model arsitektural bangunannya yang cenderung terpengaruh kebudayaan indisch. Kebudayaan Indisch di Indonesia berkembang pada abad 17-18 yang sampai saat masih ada.

Berjalannya waktu Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih kekuasaan dari kongsi dagang VOC tersebut dalam berbagai hal termasuk juga dalam pengelolaan lahan Pegaraman yang ada di Sumenep. Pada tahun 1899 guna untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik pemerintah Hindia Belanda membangun Pabrik Garam Briket Modern pertama di Indonesia yang berada di Kalianget, Sumenep, ujung timur pulau garam Madura, Jawa Timur.

“Disinilah berbagai fasilitas pendukung industri tersebut dibangun, tak hanya bangunan pabrik, fasilitas Listrik yang terpusat di Gedung Sentral, Lapangan Tenis, Kolam renang, Bioskop, Taman Kota, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan mulai tersebar di kawasan Kalianget. hal ini sebagai bukti bahwa pemerintah Hindia Belanda kala itu dengan kuatnya memonopoli hasil garam yang ada di Madura”. Papar Tadjul Arifien. (Erfandi).

You Might Also Like

Sandi Pelita, Polsek Pujon Sambang Dialogis Peduli Masyarakat Desa
Melampaui Kewenangan, Nanang Slamet Desak Satpol PP Cabut Surat Teguran Soal Izin PBG
Permudah Akses Pertanian Pemerintah kabupaten Malang Bangun Jalan Usaha Tani Desa Kademangan
Sholat Jumat di Hari Kedua Bulan Ramadhan, Masjid Jamik Sumenep Dipenuhi Jamaah
H. Warsubi Silahturahmi Ke DPC Partai Demokrat Jombang
TAGGED:Kota ModernSumenep
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATENG

Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Redaksi
By Redaksi
3 Oktober 2026
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?