By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Pungutan Pemakaman Korban Covid Disorot, Mudin Desa: “Tak Balek No Duit’e Tapi Jupuk’en Mayat’e”
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Pungutan Pemakaman Korban Covid Disorot, Mudin Desa: “Tak Balek No Duit’e Tapi Jupuk’en Mayat’e”
KABAR JATIM

Pungutan Pemakaman Korban Covid Disorot, Mudin Desa: “Tak Balek No Duit’e Tapi Jupuk’en Mayat’e”

Redaksi
Last updated: 27 Juli 2021 2:56 am
Redaksi
Published: 27 Juli 2021
Share
SHARE

PRN MOJOKERTO| Agus, mudin (KAUR Kesra) desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto bereaksi setelah pungutan pemakaman korban Covid-19 disorot media. Berniat kembalikan uang pungutan dan meminta keluarga untuk mengambil kembali mayat. Selasa (27/7/2021).

Pertemuan antara awak media PRN dengan Agus selaku Mudin berlangsung pada hari senin (26/7/2021) di sekitaran daerah Mojosari. Sungguh mengejutkan reaksi yang disampaikan oleh seorang perangkat berlebel Mudin.

Pasalnya, Agus meminta keluarga untuk mengambil kembali mayat korban Covid-19 yang telah dimakamkan. Kejadian ini sebagai buntut kekesalannya akibat keluarga melibatkan media untuk mempertanyakan pungutan sebesar 2,5 jt atas pemakaman SW.

“Tak balek no duit sak mono iku, tapi jupuk’en mayat’e,” kutipan perkataan Agus yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘saya kembalikan uang sejumlah itu, tapi ambil kembali mayatnya’.

Baca berita sebelumnya:  https://penarakyatnews.id/2021/07/26/tega-keluarga-korban-meninggal-covid-19-dipungut-25jt-untuk-biaya-pemakaman-di-desa-sukoanyar-ngoro/

Dalam klarifikasinya atas penyataan nara sumber dalam pemberitan PRN, Mudin menjelaskan bahwa desa tidak pernah meminta uang untuk pemakaman jenazah SW yang terkonfirmasi Covid 19. Namun sebaliknya pihak keluargalah yang menawarkan pada mereka.

“Berhubung bener iku berKTP kene, kono nawari, mas kalau di desa biayanya berapa (pemakaman)?, Kono sing nawari,” kata Agus yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘berhubung benar (SW) berKTP desa ini, pihak keluarga menawarkan, kalau dimakamkan di desa ini biayanya berapa? Jadi pihak keluargalah yang menawarkan’.

Jurnalis Pena Rakyat News butuh waktu untuk mencerna penyataan Mudin Agus. ”Kalau dimakamkan di desa biayanya berapa?” Berkali-kali sang Mudin mengutip kalimat ini untuk menjelaskan cara keluarga menawarkan biaya pemakaman.

Benarkah Keluarga Menawarkan??

Tunggu…!!!   Bukankah kalimat itu sebuah pertanyaan?  Mestinya keluarga butuh jawaban!! Yang pasti kalimat itu Bukan sebuah penawaran!! 

Dipihak lain, kepada PRN keluarga korban Covid-19 menjelaskan bahwa pihak desa jelas-jelas meminta 2,5 juta untuk semua keperluan pemakaman. Hal ini juga ditegaskan oleh salah seorang yang mendengarkan pembicaraan antara ketua RT dengan Zai, Kaur Pembangunan.

“Waktu itu Pak Zai minta ke pak RT alasannya untuk beli APD sama bayari sukarelawan yang mengubur,” kata narasumber yang tidak bersedia disebut identitasnya (hak tolak, red).

Keluarga menyampaikan bahwa alasan kehabisan persediaan APD menjadi jalan masuk untuk memulai pembicaraan tentang uang pada saat itu. Terkait dengan ketersediaan APD, Mudin Agus menjelaskan bahwa faktor lonjakan angka kematian yang mencapai angka 20 dalam seminggu sebagai penyebabnya.

“Stok saya memang habis, padahal saya sudah membeli 40 baju APD,” kata Agus pada wartawan.

Awak media PRN mencoba mengkalkulasi data yang disampaikan oleh Mudin. Dalam pengakuannya, setiap kali pemakaman warga dibutuhkan 7 orang tenaga sukarelawan. Artinya stok APD Mudin yang berjumlah 40 hanya bertahan untuk memakamkan 5 jenazah.

Setiap kali ada pemakaman warga yang sakit, maka 7 sukarelawan akan menggunakan 7 set APD yang harus segera dimusnahkan setelah pemakaman. Sementara angka kematian mencapai 20 orang perminggu.

Sulit memahami “Sense Of Crisis” atau kepekaan terhadap keadaan darurat para pengambil kebijakan di desa ini. Tampaknya masyarakat Sukoanyar harus lebih banyak berdoa agar yang meninggal karena sakit tidak melebihi 5 orang.

H. Faizun, S.H., M.M., pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Mojokerto menanggapi permasalahan ini. Melalui pesan aplikasi Whatsapp, mantan Plt Camat Ngoro ini menyampaikan bahwa aturan terbaru tentang anggaran terkait Covid dapat diambil dari Dana Desa sampai 10%.

“Sebetulnya Desa sdh d berkenangkan utk biaya terkait dg covid dari dana DD, aturan nya bsa 8 s/d 10 persen dari DD,” demikian kutipan pesan WA Faizun.

(Samosir)

You Might Also Like

KSOP Banyuwangi Utamakan Sinergitas Dengan TNI – POLRI dan Antar Instansi Diwilayah Kerjanya
Anggarkan 70 Juta Untuk Tambatan Hewan, Ini Penjelasan Kades Kapas
‘PREMIUM KOSONG’ Tapi Melayani Pembeli Puluhan Dirigen
Wali Kota Mojokerto Resmikan Mall Pelayanan Publik
Petugas Mitra statistik kec Wiyung Sby Gelar Rapat pertemuan bersama pengawas Belajar konsep definisi Sakernas
TAGGED:Covid-19MojokertoPungli
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
HUKUM

PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?