By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: PDI Perjuangan Tidak Tergiur Dengan Jurus ‘Outsourcing’ SBY
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » PDI Perjuangan Tidak Tergiur Dengan Jurus ‘Outsourcing’ SBY
NUSANTARAPOLITIK

PDI Perjuangan Tidak Tergiur Dengan Jurus ‘Outsourcing’ SBY

putri pena
Last updated: 25 November 2017 12:07 pm
putri pena
Published: 24 November 2017
Share
SHARE

JAKARTA, PRN.id – PDI Perjuangan (PDI-P) mencatat, dari 34 kepala daerah di bawah umur 40 tahun yang merupakan kader PDI Perjuangan, tercatat Emil Dardaklah yang tergiur jalan kekuasan dan  loncat pagar meninggalkan harapan dan mimpi rakyat Trenggalek. Hal ini terjadi setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketum Partai Demokrat  menjalankan strategi ”outsourcing”, mungkin karena krisis kader muda di Partai Demokrat.

“Dalam kapasitas SBY sebagai ahli strategi, pilihan jalan pintas saat ini memang merekrut tokoh di luar Partai, termasuk anggota partai lain. Itu menjadi opsi utamanya. Seperti yang kita semua tahu, hal ini disebabkan karena Demokrat memiliki beberapa kendala untuk menghasilkan kepemimpinan muda pasca berbagai persoalan yang menimpa kader muda mereka seperti apa yang dialami oleh Andi Malarangeng, Nazaruddin, Choel Malarangeng, Anas Urbaningrum, dan  lain lain,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada awak media. Kamis (23/11) kemarin.

Ia mengingatkan, dalam karakter partai elektoral macam Demokrat, strategi ”outsourcing” memang sah-sah saja. Namun strategi yang berbeda justru ditunjukkan oleh PDI Perjuangan yang memilih dan berkomitmen membangun sekolah partai, sekolah kader dan melakukan pendidikan politik secara berjenjang sebagai proses kaderisasi sistemik yang dibangun di PDI Perjuangan. “Partai tidak pernah terpancing dengan jurus Pak SBY, karena kami percaya pada mekanisme kaderisasi Partai”.

Berpindahnya Emil Dardak  untuk jabatan lebih tinggi, menurut Hasto Kristiyanto, tidak akan mengurangi semangat “politik terbuka” PDI Perjuangan terhadap hadirnya tunas-tunas baru yang memiliki visi kepemimpinan untuk bangsa dan negara.

”Bung Emil Dardak telah memilih jalan. Partai tentu otomatis memberikan sanksi pemecatan. Ia adalah gambaran sedikit dari orang muda yang memilih loncatan politik, meski baru menjabat 2  tahun menjabat Bupati. Jumlah kepala dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan yang berusia dibawah 40 tahun sebanyak 34 orang. Hanya 1 orang yang memilih jalan kekuasaan. Karena itulah apa yang telah terjadi tidak mengurangi tekad Partai untuk hadir sebagai Pusat Gemblengan Kepemimpinan, termasuk terbuka bagi kaum profesional. Partai tidak pernah jera untuk terus merekrut dan mendidik kader baru, sebab kami yakin, begitu banyak yang memiliki kesabaran  revolusioner hingga oleh rakyat, dipercaya mencapai jenjang kepemimpinan tertinggi,” ujar dengan nada penuh semangat.

Kemudian ia menyebutkan nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Walikota Badung Giri Prasta  sebagai contoh pemimpin muda yang lebih memilih bekerja berprestasi melayani rakyat dengan  minimal menyelesaikan masa jabatannya minimal 5 tahun. Mereka adalah kepada daerah yang menempatkan kepercayaan penuh pada rakyat terhadap masa depan kepemimpinannya. ”Dengan demikian, peningkatan jenjang karir yang diyakini PDI Perjuangan adalah melalui dukungan dan kehendak rakyat, bukan melalui sertifikasi seorang tokoh,” lanjutnya.

Sebagai salah seorang pengajar Sekolah Para Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan, Hasto menegaskan tekadnya untuk terus mendorong organisasi Partai sebagai wahana pengemblengan calon pemimpin. ”Masih banyak kader yang menjadi energi positif Partai, dan mereka ingin berproses menjadi pemimpin dengan modal intelektualitas, integritas, dan loyalitas yang tinggi. Mereka akan kami perkuat kesadaran ideologisnya, kesadaran organisasi, politik, sosial budaya dan kesadaran untuk setia pada jalan kerakyatan yang mengabdi pada bangsanya,” paparnya.

Strategi outsourcing yang dilakukan SBY terhadap Emil Dardak ini, menurut Hasto justru menjadi tenaga penggerak bagi PDI Perjuangan untuk terus menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa yang berkomitmen melayani rakyat bukan sekedar tergiur iming-iming loncat jabatan.

PDI Perjuangan berjanji untuk menampilkan strategi terbaik, mengingat Gus Ipul dan Abdullah Aswar Anaz merupakan kombinasi kepemimpinan berprestasi. Keduanya tidak hanya memiliki akar yang kuat, namun memiliki rekam jejak kepemimpinan yang merupakan kombinasi antara tradisi NU, yang dibalut dengan kedekatan gagasan dengan Gus Dur dan Ibu Megawati. “Azwar Anas terbukti mampu menjabarkan gagasan PDI Perjuangan yang menampilkan Banyuwangi pada wajah kebudayaannya, wajah yang berkepribadian Indonesia. Gus Ipul dan Anas telah matang dalam kepemimpinan, suatu manifestasi kepemimpinan Merah Putih untuk memperkuat Presiden Jokowi,” pungkasnya. (put/tim/red).

You Might Also Like

Kapolri Lepas Bus Vaksinasi Keliling Sasar Warga yang Tak Terjangkau
Himbauan Walikota Madiun : Para Caleg Harus Memahami Makna UUD 1945
Upacara Memperingati HUT Veteran RI Di Aula Kodim 1706
PADI Sambut Hangat Kunjungan Sandiaga Uno
Jaitar Diduga Merendahkan Martabat Marga Sirait Terancam 12 Tahun Penjara
TAGGED:JakartaParpol
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATENG

Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Redaksi
By Redaksi
3 Oktober 2026
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?