PRN Mojokerto | Rabu tanggal 15 Oktober 2025 pukul 07.30 s/d 09.10 WIB bertempat di Pasaraya Mojosari telah berlangsung kegiatan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) tahun 2025 dengan tema “Resik – Resik Peken”, diikuti sekitar 200 orang.
dalam acara tersebut dihadiri :
Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. (Bupati Mojokerto),Drs. Teguh Gunarko, M.Si. (Sekda Kabupaten Mojokerto). ,Kepala OPD Kabupaten. Mojokerto,dr. Gigih Setijawan, Sp.P., MARS. (Plt. Direktur RSUD Prof. Soekandar),Yulius Bakhtiar, S.P., M.M. (Plt. Camat Mojosari),Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M. (Camat Pungging),Kapten Inf. Beny Irawan, A.Md. (Danramil Mojosari). ,AKP Misdak, S.H. (Kanit Lantas Polsek Mojosari) mewakili Kapolsek Mojosari,Zainal Arifin, S.Pd. (Kades Seduri),Agastya Yoga Rinaldhy (Lurah Mojosari),Abd. Salam, S.T. (Lurah Kauman),Purwo Edi Susanto, S.IP., M.M. (Lurah Sarirejo),Rizqy Dwi Lubabah, S.STP. (Lurah Sawahan),Alamsyah Hakim, S.E. (Lurah Wonokusumo), Saiful Huda (Kepala Pasaraya Mojosari),Perwakilan siswa – siswi sekolah Kecamatan Mojosari, Tokoh masyarakat, Pegiat lingkungan dan relawan.
kepala DLH Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa : ” World Cleanup Day merupakan kegiatan mensikapi isu sampah yang semakin hari diperlukan perhatian penuh.
Mulai 15 September – 15 Oktober merupakan momentum dalam melakukan bersih – bersih.
Ke depan kita akan melakukan pelatihan kepada para siswa sekolah untuk jaga kebersihan.
Tumpukan sampah di TPA Karangdiyeng sudah diatas tanggul, maka itu perlu perhatian khusus.
Sampah menjadi masalah kita bersama maka perlunya peran kita mulai dari lingkungan keluarga “.
Sambutan Bupati Mojokerto :
” Pagi ini kita hadir dlm acara puncak World Cleanup Day Indonesia (WCDI) tahun 2025.
Kegiatan ini dimulai tahun 2018, dilakukan serentak oleh 180 negara.
Hampir semua permasalahan wilayah di Indonesia adalah sampah, maka perlu dikelola lebih dulu sebelum masuk TPA.
Perlu edukasi dan aksi nyata dari berbagai elemen untuk menyadarkan kita bahwa sampah adalah masalah dunia.
Terutama sampah plastik yang sulit diurai sehingga sebelum masuk TPA, hendaknya dipilah dan dipilih.
Sesuai data tahun 2024 disimpulkan bahwa pasar penyumbang sampah terbesar di wilayah Mojokerto.
Kegiatan ini jangan hanya sebagai seremonial saja, namun perlu dibudayakan dan dibiasakan.
Mari kita satukan langkah untuk menciptakan Mojokerto yang sehat, bersih dan sejahtera “.
acara dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan alat kebersihan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto.
Aksi Cleanup, bagi stiker himbauan ke pedagang dan warga pasar.
berbagi kompos gratis. Lalu pemasangan Banner bertuliskan ” Ayo Rek Pilah dan Olah Sampahmu dari Rumah “.


