close
HUKUM

Mie Instan Kedaluarsa Dikemas Ulang, Pengusaha Nakal Raup Untung 30 Juta Per Bulan

PRN MOJOKERTO – Pemilik home industri pengemas mie kedaluarsa asal Watesnegoro Ngoro Mojokerto harus menutup usaha ilegalnya pada hari ini dan seterusnya, pasalnya tim Satgas Pangan Reserse Polres Mojokerto pada juamat 22/6/18 telah menggrebek gudang repacking milik Santoso (38).

Dalam keterangannya Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, modus operandi tersangka yakni memproduksi ulang mie yang telah kedaluwarsa dari berbagai merek menjadi produk kemasan baru.

“Tersangka mendapatkan bahan baku mie kedaluwarsa dari Tangerang dan Pasuruan,” kupas Kapolres Mojokerto.

.AKBP Leonardus Simarmata juga menjelaskan dalam aksinya Santoso memperkerjakan 4 orang yang tugasnya menyadur bahan baku mie instan ke dalam mesin manual, setelah itu mie dijemur untuk menghilangkan kelembapannya dibentuk dan dikemas ulang dengan merk lain.

“Tidak memakai bahan tambahan apapun mie instan itu dikemas menjadi produk baru merek bunga terompet lengkap dengan tanggal kedaluwarsa,” ungkapnya.

Seraya menunjukkan barang bukti mie kedaluarsa AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan bahwa mie kedaluarsa yang sudah dikemas ulang ini diedarkan atau dipasarkan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya, dan biasanya dikemas dalam kemasan plastik besar.

‘Dipasaran mie instan hasil kemasan Santoso satu plastik berat 10 kilogram dijual dengan harga 5 ribu, dan pasokan bahan baku mie instan kedaluarsa diperoleh dari Tanggerang dan Pasuruan 8 ton sepekan sekali, dan omset per bulan mencapai lebih dari  30 juta rupiah’ Pungkas  Kapolres. (udin/kaila).

Tags : Mie Instan KedaluarsaMojokerto
putri pena

The author putri pena

Leave a Response

*