PRN Sumenep – Kerajaan Simalungun kembali ikut memeriahkan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA) ke V tahun 2018 dalam Pagelaran Seni dan Budaya yang diselenggarakan di Taman Adipura Kabupaten Sumenep ujung timur pulau garam madura, Senin malam 29/10/2018.
Jordiman Purba ketua kontingen 7 Kerajaan Simalungun di festival ini menyatakan bahwa Tari Tortor Sombah merupakan tari tradisional daerah Simalungun Sumatera Utara yang biasa ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu-tamu yang datang.
” Tortor Sombah adalah Tarian menyembah yang dipersembahkan untuk menyembah para raja raja dan tamu kehormatan yang hadir, ” tuturnya.
Dalam pagelaran Seni Budaya Tari Tortor Sombah Simalungun yang dipertontonkan di hadapan para raja, ratu serta pangeran merupakan salam penghormatan kepada para raja, ratu dan pangeran yang hadir di festival keraton di Sumenep ini.
Kali ini, tarian tradisional tersebut tampil memukau di hadapan ribuan penonton. Alunan musik yang terasa sedikit magis dan kelihaian para penari membuat para peserta dan penonton terhipnotis untuk menyaksikan persembahan dari daerah Danau Toba tersebut.
Selain Bupati Sumenep K.H. A. Busyro Karim, M.Si dan istri, pertunjukan seni tarian Tortor Sombah dari kerajaan Simalungun ini turut disaksikan oleh 3 dari 7 raja Simalungun sendiri. Mereka adalah – Raja Dolog Silou Tanjargaim Purba Tambak, – Raja Panei Tuan Jaulan Purba Dasuha dan – Raja Raya Arthalim Saragih Garingging.
Selain tari Tortor Sombah, dalam pagelaran ini kontingen dari Simalungun Sumatera Utara ini juga menampilkan sebuah tarian berjudul Ilah Nasiholan, sebuah tarian kontemporer dimada penari utamanya adalah seorang difabel, yang tidak lain adalah pelatih semua penari yang dibawa tim dari kerajaan-kerajaan Simalungun tersebut.
Tarian Ilah Nasiholan yang mendapat aplaus luar biasa tersebut merupakan tarian terakhir dalam rangkaian pagelaran malam ini di Taman Adipura Sumenep.
Reporter : Erfandi.

