close

PRN BLITAR – Sejumlah tempat hiburan karaoke di Kota Blitar masih belum  beroperasi meski hasil evaluasi dari Tim Pemkot Blitar sudah keluar. Operasional sejumlah tempat hiburan karaoke masih tetap menunggu regulasi baru dari Pemkot Blitar. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, Minggu (27/1/2019).

Menurut Totok,  DPRD sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Tim Evaluasi dari Pemkot Blitar. Dari hasil rapat koordinasi telah  disepakati tidak ada tempat hiburan karaoke yang beroperasi sebelum ada aturan baru dari Pemkot Blitar.

“Hasil evaluasi menyebutkan hampir semua tempat karaoke masih belum lengkap perizinannya. Pemkot Blitar juga belum mengeluarkan surat izin operasional untuk semua karaoke,” ujar Totok.

Tidak terkecuali dengan tempat karaoke 999, walaupun secara administrasi sudah memenuhi perizinanan, tetapi masih ada bagian-bagian tertentu yang harus dilengkapi oleh pengelola.

“Satpol PP memang sudah melepas segel di tempat karaoke 999. Tetapi, tempat karaoke itu masih belum boleh beroperasi sampai sekarang” jelasnya.

Pemkot masih menunggu rekomendasi lagi dari dewan soal hasil evaluasi karaoke itu.

Masih menurut Totok, operasional tempat karaoke masih menunggu regulasi dari Pemkot Blitar. Regulasi itu bisa berupa Perda atau Perwali. Tetapi, kalau membuat Perda dan Perwali prosesnya lumayan lama. Namun demikian, Pemkot Blitar bisa menerbitkan surat keputusan (SK) Wali Kota yang mengatur soal tempat hiburan karaoke.

SK Wali Kota tetap mengadopsi Perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) dan Perda tentang Minuman Keras (Miras) di Kota Blitar.

“Saat ini, kami juga sedang fokus membahas kekosongan ketua dewan dan membahas pengisian jabatan wali kota. Kalau menunggu Perda dan Perwali prosesnya lama. Pemkot bisa membuat SK wali kota dulu. Prinsipnya ekonomi tetap bergerak,” kata Totok.

Sementara menurut Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari memastikan sampai sekarang belum ada satu pun karaoke yang beroperasi lagi.

Walaupun Tim Evaluasi menyatakan ada tempat karaoke yang dinyatakan lolos verifikasi, namun Tim evaluasi masih memberi catatan kepada satu tempat karaoke tersebut.

“Sampai sekarang belum ada karaoke yang beroperasi lagi. Satu karaoke yang lolos verifikasi juga belum boleh beroperasi. Mereka harus melengkapi dulu standar operasional sesuai dengan aturan,” kata Juari.

Tim Evaluasi Pemkot Blitar menyebutkan rata-rata perizinan sejumlah tempat karaoke masih belum lengkap. Dari delapan tempat karaoke yang disegel hanya satu yang perizinannya sudah lengkap. Satu tempat karaoke yang perizinannya sudah lengkap, yaitu, Karaoke 999.

“Masalah perizinan itu penting untuk operasional tempat karaoke. Kalau pemilik karaoke tidak bisa melengkapi perizinan maka karaoke itu tidak boleh beroperasi”.

Sampai saat ini Pemkot Blitar masih memberi kesempatan kepada para pemilik tempat karaoke untuk  melengkapi perizinannya. (Agus)

Tags : BlitarKaraoke Ditutup

Leave a Response

*