close
HUKUM

Disdik Propinsi Mengecam Keras atas PUNGLI di SMAN 2 Sumenep

PRN SUMENEP – Pungutan Liar (PUNGLI) yang berkedok perpisahan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sumenep yang telah membebankan Siswa/orang tua murid, telah mendapat Kecaman Keras Dari Drs.H. Sugiono Eksantoso Kacab Sumenep Disdik Provinsi Jawa Timur, Selasa 16/04/2019.

Persoalan Kegiatan Pungli ini yang dilakukan oleh SAM N 2 Sumenep sudah diberikan di Media PRN sebelumnya, http://penarakyatnews.id/2019/04/03/berbagai-pungli-berdalil-perpisahan-resahkan-wali-murid-sma-di-sumenep/

Menurut penjelasan Drs.H. Sugiono Eksantoso Kacab Sumenep Disdik Provinsi Jawa Timur Kepada beberapa awak media yang tergabung dalam Team 16, bahwa dalam aturan tidak diperbolehkan lembaga pendidikan melakukan pungutan Kegiatan apapun yang memberatkan, apalagi sampai menimbulkan Persoalan terutama untuk kaum duafa,

” Terkait Pungutan perpisahan saya tidak pernah memberikan restu atau perintah untuk lembaga pendidikan melakukan tarikan yang memberatkan Siswa/orang tua murid apa lagi sampai menimbulkan Persoalan, apabila ada pungutan itu dari kebijakan sekolah masing-masing mas” ucap Kacab Sumenep Drs.H. Sugiono Eksantoso.

Masih dalam keterangan Sugiono Eksantoso kepada Team 16 di dalam ruang kerjanya,

“Walau ada pungutan yang memberatkan kasih tau saya, Saya pingin tau data data murid yang tidak mampu biar saya akan membebaskan pembayaran apapun di sekolah seperti SPP, biaya gedung apa lagi biaya Perpisahan, saya yang akan memberikan surat rekomendasi ke sekolahnya.” Katanya.

Drs.H. Sugiono Eksantoso Kacab Sumenep Disdik Provinsi Jawa Timur, yang baru menjabat disumenep sangat menyesal Sikap dari lembaga pendidikan SMA N 2 SUMENEP yang melakukan Pungutan perpisahan, karena murid duafa yang tidak mampu jangan sampai putus sekolah gara gara tidak mampu membayar SPP, apa lagi cuma untuk kegiatan Perpisahan sekolah.

“Kalau emang sekolah menginginkan Kegiatan perpisahan boleh melakukan Rencana Kerja Sekolah (RKS) karena sekolah sudah ada pendapatan resmi dari dana BOS, dan Kalau emang anggaran sekolah tidak mencukupi, sekolah harus bisa mengurangin kegiatannya disekolahan biar tidak membebani Siswa atau orang tua murid. Dan Kegiatan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan sekolah jangan sampai memaksakan keadaan.” Tutupnya. Selasa 16/04/2019 di ruang kerjanya. (erfandi)

Tags : Kecam Pungutan LiarSumenep

Leave a Response

*