PRN SUMENEP, Atas perkataan HAR selaku direktur CV Proyek pembangunan Rumah Dinas Bupati dan Masih sebagai Pegawai di Dinas PU Bina Marga Sumenep telah mencoreng nama profesi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dengan perkataan yang kurang pantas untuk di ucapkan melalui telepon seluler, “ADA PERSOALAN APA, LSM KOK SEPERTI MALING”. Kata HAR Tanpa basa-basi lagi dan telfon seluler langsung di matikan. Jumat 25/10/2019.

Yang sebelumnya juga pernah disampaikan oleh WOWOK Pengawas Pemborong (Team HAR), kepada awak media Trans Indonesia di Sumenep melalui telepon seluler mengatakan, “YA MAS TAKUT KEJADIAN SEPERTI SEBELUMNYA ADA LSM YANG DI SURUH PACUL KE PEKERJA”. Ucap Rudi meniru bahasa wowok.
Semua itu terjadi mulai ada 3 wartawan Melakukan Investigasi atas pekerjaan proyek pembangunan Rumah Dinas Bupati Sumenep, yang di duga telah membentur Aturan yang ada, Seperti; tidak terlihat pemasangan Papan proyek dan pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja.
Atas perkataan HAR selaku direktur CV dan pegawai PU Bina Marga Sumenep yang sudah melukai profesi LSM, Sejumlah LSM dan wartawan mendatangi HAR di ruang kerjanya tetapi tidak ada ditempat, guna untuk meminta pertanggung jawabannya atas perkataan tersebut.
Sedangkan di hubungi telfon dan WA ke Seluler HAR oleh awak media PRN Sumenep tidak di respon untuk mengangkat atau menjawab WA. Jum’at 25/10/2019
“Saya selaku LSM tidak terima kalau LSM DI KATAIN SEPERTI MALING oleh direktur pemborong tersebut, ini sudah mencoreng nama profesi LSM dan saya pastikan juga LSM lain yang mendengar perkataan ini pasti tidak akan terima.ini perlu dilakukan Demo” Bantah Salah satu LSM yang merasa tidak terima.
“Justru yang merasa maling itu adalah oknum pemborong itu yang kebingungan karena Pekerjaan proyeknya di awasi oleh wartawan dan LSM, karena ketakutan kecurangannya di ketahui.” Imbuhnya. (Erfandi)

