close
KABAR JATIM

Menendang Pelanggar Aturan Jam Malam, Relawan Covid-19 Ditangkap Polisi

PRN TULUNGAGUNG| Seorang relawan Covid-19 penjaga perbatasan wilayah di Tulungagung,  Jawa Timur, ditangkap polisi karena menendang pelanggar aturan jam malam  atau semikarantina wilayah hingga tersungkur ke aspal dan tewas.

AP (39), inisial pelaku penganiayaan itu kini dijebloskan tahanan  karena korban tendangan mautnya meninggal dengan kondisi gegar otak.

“Apa yang dilakukan tersangka AP ini sebenarnya tindakan pencegahan,  karena korban bernama Sarto ini berjalan menuju kampung dengan membawa  senjata tajam sehingga dikira pelaku kriminalitas,” tutur Kapolres  Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Jum’at(15/05/20).

Insiden itu  terjadi di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban yang berbatasan dengan  wilayah Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pada Kamis  (14/5) malam.

Saat ronda malam itu, mereka mendapati Sarto  berjalan sendirian sambil membawa senjata tajam. Mengiranya sebagai  pelaku kriminalitas, warga kemudian menegur Sarto namun tak dijawab.

Teguran sempat diulang beberapa kali, namun tetap tak ada respons  sehingga warga dan beberapa aparat keamanan melakukan pengepungan.

Dalam situasi tegang dan terkepung itulah Sarto yang terpojok ditendang  AP pada bagian kaki sebelah kanan dari arah belakang. Tendangannya  sekali namun keras dan berdampak fatal. Narto terbanting, kepalanya  membentur aspal. Sabitnya pun terjatuh.

Insiden itu membuat Sarto  muntah darah ketika berada di rumah. Keluarga lalu membawanya ke RSUD  dr. Iskak Tulungagung. Beberapa jam setelah dirawat, Sarto meninggal  dunia. Keluarga lalu melapor ke polisi.

“Karena belum sempat kami  mintai keterangan, beliau (Sarto) sudah meninggal dunia. Kita kenakan  pasal penganiayaan, 351 KUHP ayat 2 dan 3 KUHP. Ancamannya di atas lima  tahun,” paparnya.

Dengan kejadian itu, Kapolres, mengimbau masyarakat yang berjaga malam tak perlu membawa senjata tajam.

Bila ada hal yang perlu ditangani, lebih baik melapor ke petugas terdekat.

“Nanti anggota yang berpakaian dinas yang akan menanganinya. Dan kalau  ingin keluar rumah, kami imbau untuk pakai masker. Kalau memang tidak  berkepentingan mending di rumah saja,” kata AKBP Pandia.(Dedy/C.M Dhewanti)

Tags : Tindakan AroganTulungagung

Leave a Response

*