close
HUKUM

Kades Hebat…Wartawan Komfirmasi Dibilang “Kemplo”

PRN SIDOARJO | Terulang kembali terkait desa Wage kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, apakah ulah Kepala desa Wage yang mencap “Wartawan Kemplo” ini hanya bikin sensasi ataukah memberikan terapi kepada awak media agar tidak memberitakan dugaan-dugaan penyimpangan yang ada di Desa Wage ? 20/5/2020.

Hal ini dialami oleh wartawan wartapos saat komfirmasi kepada kepala desa Wage terkait rumor yang sedang hit dimasyrakat desa Wage perihal Pemerintahan desa Wage telah memberikan surat edaran kepada setiap RW untuk menyetor dana sebesar Rp. 1.250.000 ditengah merebahnya wabah covid-19 ini dengan dalil untuk pengurukan makam.

Menurut sumber warga desa Wage sebut saja Mardi (bukan nama sebenarnya, red) dirinya merasa bingung terhadap kebijakan pihak pemerintah desa, kok bisa-bisanya untuk pengurukan atau perawatan makam saja sampai memungut kepada setiap RW Rp. 1.250.000,-, apalagi saat ini warga sangat kesulitan ekonomi karena dampak covid-19 dan kami semua pada focus penyemprotan desinfektan karena tetangga ada yang terkena corona.

“Jan kebacot kok mas, wong kita ini warga ini focus pada penyemprotan agar semua warga tidak terkena virus corona dan biar sehat semua, kok malah memberi edaran kepada setiap RW untuk bayar Rp.1.250.000,- dibuat pengurukan makam, kan untuk urusan makam bisa diambilkan dana yang lain wong dana dari pemerintah milyaran rupiah” ucap kesal Mardi.

Lebih lanjut untuk menelusuri kebenaran rumor tersebut, awak media menemui kepala desa Wage  Bambang Heri Setyono atau yang lebih akrapnya dipanggil Baher, betapa terkejutnya tanggapan kades Baher perihal komfirmasi dugaan pungli ini, terlihat sikap kades Baher kurang bersahabat bahkan sempat melontarkan kalimat “Wartawan Kemplo” (dikutip dari media wartapos).

KadesBaher menambahkan dalam wawancaranya dengan wartapos, warga banyak yang setuju untuk penarikan dana makam ini dan kata Baher dana desa tidak cukup untuk pengurukan makam karena sudah habis “Dana desa tidak cukup mas makanya saya punya inesiatif seperti ini”

Dalam hal ini kalaulah sikap dan perkataan Kades Baher ini benar, sama artinya kades Baher tidakmenghargai seorang jurnalis yang notabennya sama-sama pengemban amanat UU Pers, padahal sudah jelas bahwa PERS adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. (UU Pers no.40 tahun 1999 Bab 1 Ketentuan Umum ayat 1).

Atas dugaan sikap yang kurang terpuji dari Kades Wage ini, Pena Rakyat News bersama dengan tim KJSB (Komunitas Jurnalis Sidoarjo Barat) segera turun untuk mencari data terkait dugaan pungli yang ada di desa Wage, pasalnya persoalan ini menjadi menarik dengan sikap arogan Kades Wage sebab apabila kebijakan Pemerintah desa Wage ini dirasa benar mengapa harus berkata kasar kepada wartawan dan munculnya pertanyaan, ada apa sebenarnya dibalik semua ini ?. (red)

 

Tags : Kades AroganSidoarjo

Leave a Response

*