PRN NGANJUK | Kepala Desa (Kades) Jampes, Kecamatan Pace, Rokhim, SH, memberikan klarifikasi atas tudingan miring terhadapnya. Ia membantah adanya sejumlah pemberitaan di media sosial (medsos) yang menyebut dirinya telah menimbun pupuk.
“Semua itu (pemberitaan-red) tidak benar, saya tidak merasa menimbun pupuk di rumah,” kata Rokhim.
Siapa pun yang jika diberi amanah menjadi seorang pemimpin, pastilah selalu ingin membuat desanya lebih maju dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Namun apa daya semuanya kan harus bertahap, karena anggaran dana desa juga diperuntukkan untuk diberbagai sektor.
“Ambil contoh saja Gapoktan yang diketuai oleh Sumari, itu belum punya tempat (gudang) untuk menimbun pupuk. Gapoktan di desa Jampes belum punya dana yang mencukupi untuk itu, Sehingga akhirnya mandek (berhenti). Sedangkan dana yang dulu saja masih di Kades sebelum kami sebesar Rp. 5.000.000,- sekian dan juga uangnya belum dikembalikan ke desa.” Terangnya
Diketahui, Rokhim sebelum menjadi Kepala Desa sudah menjabat sebagai Carik (Sekertaris Desa) yang diangkat menjadi PNS dan sudah puluhan tahun istrinya mengelola kios pupuk tersebut. Jadi bukan kepala desa menimbun pupuk di rumah.
“Kami sebagai pimpinan tentu mempunyai kebijakan tersendiri, bukan berarti secara keseluruhan seorang Kades boleh menangani atau mengambil alih pekerjaan yang bukan tanggung jawabnya dan tidak benar kalau kami menghandle seluruh pekerjaan yang ada di desa, itu sangat tidak dibenarkan.” Tegasnya
Lanjut, “Kalau kami sebagai pimpinan tentu bertanggung jawab atas semua kegiatan yang ada di pemerintahan desa dan kami sangat percaya kepada semua perangkat serta lembaga desa. Apalagi dengan adanya COVID-19 ini anggaran sebagian besar terserap untuk penanganan COVID-19.” Begitu penjelasan Rokhim. (tobing/farida)

