close
HUKUM

Ungkap Dugaan Penjualan Tanah Milik Negara bag. 2    

PRN BANTEN | Penelusuran Pena Rakyat News terkait penjualan tanah milik negara yang diduga dilakukan oleh Ketua Koperasi PKGC dan Oknum perangkat desa Pesangrahan Kabupaten Solear Tangerang semakin jelas, pasalnya berangkat dari dugaan rekayasa pembuatan surat keterangan kehilangan dokumen peta bidang tanah NO : 474/1055/sp/Ds.Psg/XI/2015 yang menanda tangani adalah staf desa yang tidak memiliki kapasitas.

Hal ini dapat diartikan Madrais selaku Kepala Desa Pesangrahan tidak berani beresiko, dan terkesan hanya mengambiluntung dalam masalah ini, pernyataan ini dapat disimpulkan dari perkataan Madrais bahwa surat keterangan kehilangan dokumen peta bidang tanah milik negara yang diajukan Sarkono dan ditanda tangani oleh staf pada 18 nopember 2015 saat itu Madrais sudah menjabat sebagai Kepala Desa.

Dan kepada Pena Rakyat News saat pertemuan yang kedua kalinya Madrais menyatakan bahwa dirinya mengetahui surat yang ditandatangani oleh stafnya tersebut dan dirinya mengijinkan.

“Hari ini saya mengizinkan surat yang ditanda tangani oleh staf saya” ucap Madrais. (14/9/20).

Sementara komfirmasi kembali dilakukan kepada Sarkono selaku Ketua Koperasi PKGC di kediamannya, namun sayangnya lagi-lagi kebohongan yang didapat, menurut anak Sarkono, bapaknya sudah 2 hari tidak pulang karena ada urusan di perumahan Karawaci, namun ternyata didapati Sarkono bersama Madrais berada di Kantor desa Pasangrahan.

Temuan lebih dalam lagi terkait adanya perubahan PETA/ SITE PLAN yang di keluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kab. Tangerang tanah fasos fasum yang seluas 5000 m2 tersebut kini tanah tersebut di jadikan hunian/bangunan awalnya hunian tersebut dalam site plan adalah tanah fasos fasum.

Penulis : Zamzami.

Tags : BantenPenjualan Tanah

Leave a Response