PRN BANTEN | Kepala Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang berinisial NS, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipinggir rumahnya, Kamis (05/11/2020).
Korban diduga melakukan aksi nekatnya tersebut lantaran stres pasca didemo warganya terkait dugaan penyelewengan dana Covid 19 Kades yang baru menjabat satu tahun ini diketahui pada kamis pagi sekira pukul 08.30 Wib oleh tetangga korban sarip saat akan membuka Lapak Mebel yang berada didepan rumah korban. Jumat(6/11/2020)
Menurut keterangan Sarip saat akan membuka Lapak Mebel miliknya, tiba tiba ia terkejut melihat bahwa NS sudah dalam keadaan tergantung disamping rumah dengan tali berwarna putih melilit dilehernya, sarip meminta tolong kepada temannya untuk kemudian memberitahukan warga sekitar terkait peristiwa tersebut. Tidak lama berselang, wargapun berdatangan dan menurunkan korban lalu memasukkan kedalam rumahnya.
“Saat itu saya mau membuka tempat usaha saya, waktu saya melihat ke arah rumah Kades ada jasad tergantung dipinggir rumahnya dan setelah saya dekati ternyata pak Kades,” ujarnya.
Sebelumnya menurut penuturan salah seorang warga bernama Husin korban semalam bergadang degan saya lalu korban menegur saya agar segera tidur setelah menemaninya bergadang semalaman ternyata itu adalah kata kata terakhir korban.
Kapolsek Sepatan AKP. I Gusti Moh Sugiarto saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa, sebab kematian sementara adalah gantung diri dan motif penyebabnya tengah ditangani pihak Kepolisian.
“Sebab kematiannya sementara ini gandir, untuk motif penyebabnya masih kita dalami,” singkatnya
Lanjut Kapolsek menjelaskan, pihak keluarga menolak jenazah Kades NS diotopsi. “Pihak keluarga menolak otopsi dan mereka sudah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsinya,” pungkasnya. (mattzami)

