32.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMOknum Perangkat Dusun Masuk Rumah Wanita Bersuami Tengah Malam, Menuai Gejolak Warga

Oknum Perangkat Dusun Masuk Rumah Wanita Bersuami Tengah Malam, Menuai Gejolak Warga

PRN MOJOKERTO | Kejadian dugaan tindak asusila persis satu bulan yang lalu tepatnya Minggu 27 Juni 2021 di dusun Bedog desa Mlaten, masih menyisakan kegeraman warga dan separuh warga dusun menuntut Kepala desa Mlaten untuk melakukan upaya tegas terhadap oknum yang dirasa sudah mempermalukan warga dusun Bedok.

Hal ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan sekitar 160 warga Bedok  menandatangani surat tuntutan yang ditujukan kepada Kepala Desa Mlaten agar Kepala Desa segera memberikan sanksi atau mencopot Oknum perangkat desa Bedog PL (inisial, red) dari jabatannya, karena dirasa sudah tidak dapat menjadi panutan bagi warga dusun bedog.

Dari data dan komfirmasi yang didapat awak media Pena Rakyat News saat kejadian 27 Juni 2021, Min (inisial, red) menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. Persoalan bermula dari Min dan ER (suami istri, red) jaga warung miliknya dan datang Oknum perangkat PL untuk beli sesuatu di warung, tak lama duduk PL  pamitan pulang dan ER istri Min juga berpamitan pulang kerumah. Melihat gelagat istrinya yang mencurigakan, mengingat antara PL dan ER dulu memiliki hubungan istimewa, maka Min mengikuti dari belakang.

Lanjut Min, alhasil  bahwa kurang lebih pukul 21.00 -22.00. PL masuk melalui pintu belakang rumah karena sudah ketahuan suami ER dan kemudian Min cari pertolongan sama saudara Ach.Tauqit dengan harapan Tauqit bisa menghadang di depan rumahnya, masuknya lewat pintu belakang dan di bantu sama ER dengan naik kursi plastik.

Karena Min ( Suami ER ) tidak sabar maka dia teriak dan suruh buka pintu belakang dan  karena kecerdikannya PL keluar lewat pintu depan sekitar pukul 22.00. Tutup cerita Min (suami yang dikhianati ER)

Lebih lanjut menurut warga yang tidak bersedia disebut namanya, kejadian itu memang tidak ketangkap basah, namun banyak saksi yang melihat antara lain Tauqit (Adik kandung ER), Ahm. Nur (adik ipar ER), Misdiantoro, Buadi (ayah kandung ER), Misnah (ibu Kandung ER) dan Sunarmi yang siap untuk dijadikan saksi bahwa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa PL keluar dari rumah Min/ER jam 22.00 wib.

Masih dalam keterangan Warga, dari kejadian ini justru malah menambah deretan kelakuan bapak dusun ini yang tidak bisa dijadikan tauladan bagi warganya, untuk itu sementara terdapat 160 warga dusun Bedog menuntut Kepala Desa Mlaten untuk melakukan tindakan pencopotan PL sebagai perangkat dusun Bedog. Pungkas warga.

Sementara saat PL dikomfirmasi awak media dirinya hanya menjawab “ mohon maaf saya tidak dapat memberikan keterangan apa-apa sebab semua sudah saya serahkan kepada pengacara saya” ucap ML yang saat ini pengacaranya sudah meninggal dunia.

Menanggapi hal ini DWI SISWARINI selaku kepala desa Mlaten angkat bicara, dalam keterangannya dirinya tetap merespon apa yang menjadi keluhan dan tuntutan warga, namun menurutnya semua harus jelas dan  harus di rekomendasikan kepada pejabat diatasnya yaitu Camat, apalagi kami juga sudah ada pengakuan yang membenarkan kejadian itu dari pihak yang bersangkutan. Pungkas Kades. (red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya