32.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMNasib-Nasib...Jembatan Saat Mangkrak Dikejar, Setelah Jadi 'Ogah Bayar'

Nasib-Nasib…Jembatan Saat Mangkrak Dikejar, Setelah Jadi ‘Ogah Bayar’

PRN LUMAJANG | Proyek pembangunan jembatan Rowo Pandan di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang masih menjadi Polemik dan Sorotan Banyak Pihak. Sebab, proyek yang nilainya Rp 8,6 milyar dari APBD 2018 ini, meskipun sudah selesai dikerjakan oleh Pihak Pelaksana dengan Kerjasama Dinas PU terkait, ternyata masih menyimpan segudang masalah dan Konspirasi Terselubung yang diduga merugikan banyak pihak.

Proyek yang sempat menjadi sorotan Bupati Lumajang H Thoriqul Haq atau yang akrab dipanggil Cak Toriq, saat turun langsung ke lokasi pembangunan proyek jembatan tersebut, marah dan meminta agar segera Diselesaikan apapun caranya. Faktanya, jembatan tersebut saat ini sudah selesai di Januari 2019 dan sudah digunakan sampai saat ini.(29/7/2021)

Jembatan yang menghubungkan dua Kecamatan antara Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari tersebut sangat dibutuhkan untuk transportasi kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat setempat.

Saat tim investigasi menelusuri keberadaan Jembatan tersebut, memang agak tersembunyi dan akses Jalan dilokasi tersebut sangat sulit dijangkau jika menggunakan roda empat. sebab selain jalan poros menuju kesana juga banyak aspal jalan yang terkelupas serta berlubang. tak sedikit warga yang peduli dan ditambal sulam dengan beton hasil swadaya masyarakat setempat.

Mbah Di, salah satu warga setempat yang sempat ditemui mengungkapkan, jika dulu, akses jalan tersebut bahkan sampai bisa dilewati bus mini menuju akses tempat Wisata di tempursari dan tembus ke perbatasan Kab Malang tapi setelah akses lingkar jalan tersebut terkena bencana Abrasi air laut akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

“Iya mas dulu jalan penghubung menuju Jembatan itu ramai lalu lalang. sebab selain digunakan Perhutani dan warga sekitar untuk transportasi pertanian serta menuju ke lokasi Wisata. bahkan dulu bis kecil yang menuju ke Dampit malang bisa lewat sini tapi sekarang anehnya setelah dibangun jembatan tersebut malah jalan aksesnya yg rusak parah. jadi fungsi jembatan tersebut menjadi kurang efisien lagi” keluhnya.

Disisi lain terkait dengan kewajiban Pemkab Lumajang melalui pertanggung jawaban Dinas PU perihal Jembatan Rowopandan tersebut masih banyak menyisakan masalah dan dugaan penyimpangan secara Adminitrasi maupun korelasi antara pihak PU dengan koleganya.

Menurut keterangan salah seorang santri pondok pesantren Attahdzib Jombang yang berprofesi sebagai kontraktor menilai, bahwa pekerjaan ini sangat berat, dan untuk menyelesaikan pekerjaan ini, harus ditopang dengan finansial yang kuat.

“Dengan ikhtiar yang cukup berat, pekerjaan sudah selesai 100%, lalu tidak dibayar, maka hal ini merupakan sebuah kedzaliman yang sangat berat”.

Tim Investigasi akan tetap menelusuri permasalahan ini ke pihak pihak yang terkait seperti PU, Kejaksaan, Kepolisian, KPK, BPKAD, LSM Lokal, Tokoh Masyarakat sampai masalah ini tuntas. Ujar seoarang investigator pondok Jombang ke wartawan. (Agung)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya