By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Penambang Ilegal Batu Putih Di Desa Kombang Membuat Masyarakat Sekampung Resah
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Penambang Ilegal Batu Putih Di Desa Kombang Membuat Masyarakat Sekampung Resah
HUKUM

Penambang Ilegal Batu Putih Di Desa Kombang Membuat Masyarakat Sekampung Resah

Redaksi
Last updated: 21 Agustus 2021 9:30 am
Redaksi
Published: 21 Agustus 2021
Share
SHARE

PRN SUMENEP | Masyarakat sekampung di Dusun Gunung Malang, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, merasa resah dengan penambang Ilegal batu putih yang bebas beroperasi sudah meluas kebawah rumah warga, Jum’at 20/08/2021.

Pasalnya, Masyarakat sekitar merasa resah karena kegiatan galian tersebut sudah banyak merusak tanah warga yang anjlok kebawah dan rumah warga yang tanah di bawahnya yang dikeruk.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar, kegiatan galian/penambang tersebut bebas beroperasi sudah sekitar 10 tahun lebih tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah dan petugas berwajib.

Kini galian tersebut sudah meluas kisaran ratusan hektar yang dikeruk hingga sampai ke tanah pemukiman warga, yang membuat masyarakat sekitar resah karena kuatir rumah warga sekitar ambles ke bawah, dan tanah warga dibeberapa lokasi sudah ada yang ambles akibat tanah dibawah sudah dikeruk.

“Penambang batu tersebut sudah sejak dulu beroperasi sekitar 10 tahun lebih, yang kami cemaskan galian tersebut kini sudah sampai dibawah rumah warga,” cemas masyarakat.

Dari informasi tersebut beberapa Wartawan dan LSM bersama sejumlah masyarakat sekitar melakukan investigasi ke tempat lokasi galian/penambang tersebut yang beberapa sudah tidak beroperasi, karena masyarakat tersebut sudah melakukan penyetopan paksa dan sudah melaporkan kepada pihak terkait.

Hasil investigasi tersebut terlihat dari luar hanya lubang dan bekas ban pengangkut dari dalam tempat penambang tersebut dan tumpukan batu putih terbentuk potongan yang siap jual, ternyata didalam kondisi di bawah tanah sudah terkeruk seperti goa dengan pilar-pilar penahanan, luas tanah yang sudah di gali seluas kisaran ratusan hektar lebih.

Karena itu, masyarakat sekitar meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep harus sikap tegas kepada pihak yang terlibat dalam galian tersebut, karena di Desa Sang dan Desa Palasa dibeberapa lokasi juga ada yang melakukan penambangan yang membuat masyarakat resah.

“Kegiatan galian ini sudah tidak bisa di tawar lagi, Pemerintah harus bersikap tegas untuk memberhentikan, tanah milik masyarakat yang sudah dikeruk harus diberikan ganti rugi dan bila dikemudian hari rumah warga terjadi ambruk harus ada yang bertanggung jawab,” pinta masyarakat yang merasa dirugikan.

Dari kejadian itu, Ketua LSM LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) DPC Sumenep, menilai pihak Pemerintah setempat dan petugas terkesan lalai dalam melakukan pengawasan dan tindakan, sehingga kegiatan tersebut bebas beroperasi hingga kisaran 10 tahunan, yang mengakibatkan banyak masyarakat yang dirugikan dan diresahkan.

Menurut konfirmasi awak media dengan Kades Kombang Khaliq menyatakan pihaknya sudah melakukan teguran dan laporan, “Sudah dihimbau dilarang dan Udah dilaporkan,” jawab Khaliq lewat chat WhatsApp.

Khaliq sudah mengetahui bahwa kegiatan penambang tersebut tidak berijin, “Yang saya ketahui tidak berijin.”

Disaat ditanya kenapa penambang bebas melakukan kegiatan hingga kisaran 10 tahun, tanpa ada sikap tegas, Kholiq menanggapi bahwa “Ya itu kan masyarakat sendiri,” sedangkan pernyataan seorang Warga bahwa yang melakukan kegiatan tersebut bukan warga setempat.
(Erf/Tim)

You Might Also Like

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Perkara Kalah Ratusan Juta Diduga ‘Dikemplang’ Panitera
AKSI DEMO PMII TUDUH BANK MANDIRI KONGKALIKONG DAN SEKDA MUNDUR DARI TIKOR BPNT.
Jurnalis Pasuruan Raya Lakukan Aksi Solidaritas Kutuk Kelakuan Oknum Aparat Terhadap Nurhadi
DESA KERTASADA MENDISTRIBUSIKAN BANTUAN COVID-19 BLT DD TAHUN 2020 SEBESAR RP. 300.000,-
POLRES SUMENEP MENGGELAR SERAH TERIMA JABATAN KASAT RESKRIM PEJABAT LAMA KE PEJABAT BARU
TAGGED:Ngluruk TambangSumenep
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATENG

Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Redaksi
By Redaksi
3 Oktober 2026
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?