32.8 C
Mojokerto
BerandaLAWAN KORUPSIDana BLT Disunat, Perangkat Desa Majasari Terancam Dibui

Dana BLT Disunat, Perangkat Desa Majasari Terancam Dibui

PRN DEPOK| Komunitas Persaudaraan Gabungan Antar Teman (KOPASGAT) mengadukan dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh perangkat desa Majasari, Kec. Jawilan, Kab. Serang. Banten. Sabtu (4/9/2021).

Dalam penelusuran PRN, dugaan pemotongan dana BLT berlangsung di kator desa. Modus yang dilakukan tergolong cukup berani. Dimobilisasi oleh Ketua RT, Setiap warga penerima BLT diperintahkan untuk datang ke kantor desa.

Sesampai di kantor Desa, masyarakat menerima dana BLT diberikan uang sebanyak 600 ribu rupiah yang kemudian diambil fotonya. Namun setelah dokumtasi foto diambil, uang diambil kembali dan masyarakat hanya diberi Rp. 30 ribu. Hal ini terkonfirmasi dari pengakuan ketua RT Majasari kepada Tim KOPASGAT.

“Ini untuk uang bensin,” kata koordinator KOPASGAT menirukan perangkat desa saat diwawancarai awak media.

Mendengar hal ini, sontak warga Majasari menjadi marah dan melakukan aksi demo di kantor desa Majasari pada tanggal 16 agustus 2021. Bermodalkan bukti yang cukup, pada tanggal 1 September 2021, Ari Fitriyanto, Ketua Umum Kopasgat melayangkan pengaduan masyarakat ke Kejaksaan Tinggi Banten atas dugaan Korupsi BLT DD tahun 2021.

Kepada awak media, Div Hukum KOPASGAT, Ujang Kosasih. S.H. mendorong masyarakat tidak boleh takut untuk mengadu kepada penegak hukum atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan baik oleh perangkat desa maupun pejabat-pejabat negara yang lain.

Sejak permasalahan ini mecuat dan menjadi sorotan publik, pihak desa sulit untuk ditemui untuk dimintai konfirmasinya.

Tim PRN Depok

 

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya