32.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMOknum Pegawai BRI Diduga 'Menipu' Nasabah, Ini Akhibatnya...

Oknum Pegawai BRI Diduga ‘Menipu’ Nasabah, Ini Akhibatnya…

PRN Bojonegoro | Oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Bojonegoro Gatot Suseno alias (GS) yang menjabat sebagai account officer atau sebagai marketing nasabah diduga telah melakukan tindak kejahatan terhadap salah seorang nasabah bernama Suparmanto warga desa Sukosewu kecamatan Sukosewu kabupaten Bojonegoro, 10/9/2021.

Zaenal Muhtarom,S.H., M.H. selaku Kuasa hukum dari Suparmanto saat dikonfirmasi di kantor hukumnya Zaenal Muhtarom,S.H., M.H.& Partner menuturkan bahwa kliennya pernah mengajukan kredit di BRI cabang Bojonegoro dengan agunan 2 sertifikat tanah. Setelah klientnya diberi tahu bahwa pengajuan pinjamannya bakal cair maka pihak account officer memanggil Suparmanto untuk menandatangani berkas administrasi untuk diproses lebih lanjut.

Zaenal muhtarom Juga menambahkan bahwa kliennya merasa tertipu oleh oknum bank milik BUMN tersebut, sebab Suparmanto tidak merasa menerima pencairan dana dan menganggap pengajuan kreditnya gagal, namun yang terjadi justru agunan yang semula akan menjadi jaminan telah terlelang dan sudah ganti nama menjadi orang lain.

Dalam sidang virtual yang digelar di pengadilan negeri Bojonegoro pada senin, 6 September 2021 yang dipimpin oleh hakim Zainal Ahmad,S.H., Ainun Arifin,S.H., M.H, Sony Eko Andrianto,S.H., Syaiful Anam,S.H. sebagai panitera serta Tejo,S.H. sebagai jaksa penuntut umum. Dalam sidang tersebut oknum pegawai Bank BRI cabang Bojonegoro tersebut mengakui kesalahan atas perbuatannya yang dilakukannya yang berakibat merugikan nasabahnya tersebut didepan majelis hakim.

Dikesempatan yang berbeda awak media mencoba menemui pimpinan kantor cabang BRI Bojonegoro untuk dimintai keterangan namun pihak security menginformasikan bahwa Kepala Kantor Cabang BRI Bojonegoro sedang keluar kantor,jadi masih belum bisa di temui mas,ujar security tersebut.

Zara Ardi Putra, S.H. yang merupakan praktisi hukum serta pegiat Yayasan Perlindungan Konsumen YAPERMA juga ikut menanggapi dan mengatakan bahwa kasus seperti itu merupakan suatu upaya kejahatan yang korporasi bukan hanya dilakukan oleh personal saja akan tetapi melibatkan banyak oknum didalamnya, jadi aneh dan ganjal bila yg di hukum hanya GS saja dan masalah ini merupakan hal yang sangat berbahaya terutama dalam dunia perbankan.(ULL)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya