30.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMPUNGLI, SMKN 8 Kota Malang Minta Bantuan Biaya Program Tambahan 1.2 Juta...

PUNGLI, SMKN 8 Kota Malang Minta Bantuan Biaya Program Tambahan 1.2 Juta ke Wali Siswa

PRN Malang | Biaya sekolah gratis selama ini masih menjadi perdebatan di masyarakat. Meskipun tidak dipungut biaya saat pendaftaran, namun wali siswa terkadang masih diminta memberi sumbangan kepada sekolah ketika masuk proses belajar mengajar.

Seperti di SMKN 8 Kota Malang, di jalan Teluk Pacitan Arjosari Kota Malang, dengan alasan BPOPP dari provinsi dipotong 50 persen, sekolah meminta bantuan berdalih sumbangan kepada wali siswa sebesar 1.2 juta yang diperuntukkan sebagai program tambahan.

Dari sebagian orang tua siswa/wali siswa mengeluhkan terkait Sumbangan Partisipasi Masyarakat yang dibebankan selama satu tahun sebesar 1.2 juta teraebut. Karena dirasa pembelajaran tatap muka juga baru dilakukan. Dan selama covid 19, sistem pembelajaran melalui daring.

Menurut salah satu wali siswa yang enggan disebutkan namanya mangatakan SMK Negeri 8 Kota Malang pada hari Minggu (21/11/2021) telah mengundang orang tua siswa dan menggelar musyawarah komite dengan agenda memerlukan dukungan serta partisipasi masyarakat terutama wali siswa.

“Saat pemaparan dari Kepala Sekolah, saat ini Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari provinsi saat ini telah dipotong 50 persen. Dan sekolah membutuhkan dana segar untuk operasional”, jelasnya.

“Yang diundang wali siswa dan orang tua siswa kelas 10 dan 11. Anehnya, wali siswa langsung diberi formulir kesepakatan sumbangan yang telah disediakan dengan nilai Rp. 1.200.000,-. Wali siswa juga tidak bisa bertanya”, ungkapnya.

Masih menurut wali siswa, penarikan sumbangan partisipasi masyarakat ini kata kepala sekolah juga sudah mendapatkan ijin dari UPT. Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Kota Malang.

Dan dalam sistem pembayaran, meskipun pemberitahuan sumbangan dilakukan pada saat rapat hari Minggu (21/11/2021), pembayaran sumbangan tersebut nantinya dihitung di bulan Juli 2021 – Juli 2022.

Sementara saat media konfirmasi langsung ke SMKN 8, Kepala Sekolah lagi-lagi tidak berada di tempat. Dan hanya ditemui kepala Humas Yoyok Prasetya.

Menurut Yoyok, memang membenarkan pada hari Minggu ada rapat dengan komite, pihak sekolah dan wali siswa untuk pembahasan tentang sumbangan partisipasi. Dan semua sudah diajak diskusi.

“Saya luruskan, saat itu semua sudah di didiskusikan, artinya kita kasih kesempatan. Silahkan bapak ibu yang mengajukan pertanyaan disitu diberi ruang” ungkap Yoyok.

Yoyok juga menyanggah kalau formulir tersebut telah disediakan sebelumnya, karena dalam formulir tersebut dengan jelas tertulis angka Rp 1.200.000 untuk pembelajaran tahun 2021/2022.

“Kalau ini (formulir) munculnya setelah rapat itu selesai. Bukan sebelum atau pada saat rapat. Jadi setelah itu kalau bersedia silahkan. Jadi tidak ada kita penggiringan dari awal”, jelasnya.

Disinggung kenapa pembayaran terhitung di bulan Juli 2021, menurut humas “pembelajaran tidak di bulan november kedepan, tapi sudah sejak bulan Juli. Ketika ditanya semenjak covid, pembelajaran dilakukan daring”, Kata humas konsep di dalam laporan ada laporan tersendiri.

“Dan kalau ingin mengetahui laporan itu tidak di saya, ada di pimpinan. Silahkan bisa langsung ke kepala sekolah”. (Ila)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya