PRN Ngawi | Selasa, 29 Maret 2022. Radio Suara Ngawi adalah sarana yang tepat untuk Live Streaming acara Ngawi Inspirasi sebagai rangkaian kegiatannya yaitu SAMBANG DESO NYAMBUNG ROSO dipimpin langsung Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Bupati Ngawi dan didampingi Kabul Tunggul Winarno Kepala Pemdes dan Budi Santoso Kepala Dinas Sosial Ngawi. Acara juga berlangsung live streaming via youtube.
Program Sambang Deso Nyambung Roso, merupakan salah satu Program Super Tim yang diinisiasi Wakil Bupati (Dwi Rianto Jatmiko) yang bergandengan tangan dengan terkait. Adapun rangkaian kegiatan diawali dari Subuh Bergerak (Seruan dan Tabuhan Bergegas Turunkan Angka Kemiskinan) yang dicanangkan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Pamengku Wilayah dan Masyarakat Sholat Subuh berjamaah. Pemerintah Daerah hadir ditengah – tengah masyarakat, melihat langsung kondisi yang sebenarnya agar intervansi tepat sasaran. Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Kepala OPD tidur di rumah masyarakat dengan alas tikar seadanya.
Dalam acara Live Streaming Wakil Bupati menyampaikan, “untuk kunjungan ini sudah 6 Kecamatan dari 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi. Ditargetkan ada 40 Desa tahun 2022 tuntas dikunjungi. Kegiatan Sambang Deso Nyambung Roso harus berkolaborasi dengan beberapa OPD agar segera ditemukan permasalahan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kependudukan, infrastruktur, posyandu dengan balita yang stunting, pertanian, perkebunan, rumah pangan lestari dan rumah tidak layak huni. Harus ada output yang tepat kebutuhan dan tepat sasaran sehari itu juga,”.


Program Sambang Deso Nyambung Roso dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, harus bekerjasama dengan OPD (Dinsos, Dinpendukcapil, PU Perkim, Dinkes, DPMPTSP, Dindik, Dinkop, Dinas Pangan dan Pertanian dan lain – lain. Untuk mempermudah warga dalam mengurus kependudukan (KTP, KK, Akte Kelahiran / Kematian), di Kecamatan sudah ada di beberapa Kecamatan.
Sebagai Launching, salah satunya di Kecamatan Kwadungan mengusung nama “BU KARINA CEPATAN” (Buat Administrasi Kependudukan di Kecamatan) yang merupakan program baru dari Dispendukcapil, demi mempersingkat jarak dan waktu. Desa mempunyai Dana Desa sebesar 40 persen yang bisa digunakan untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) demi mengurangi angka kemiskinan”, ujar Kepala Pemdes Ngawi Kabul Tunggul Winarno.
Dalam kesempatan acara, Budi Santoso juga menambahkan “Validasi di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sejak awal sudah menjadi amanah yang harus segera diperbaiki. Data kemiskinan belum verval, maka harus bekerjasama dengan Pemdes. Jadi ketika ada program dari Pemerintah dapat tepat sasaran. Ada 75 desa target DTKS. Sumber data semua dari desa dengan adanya Pemetaan Musrenbangdes”, tambahnya. (Jatmiko)

