PRN NGAWI | 19 juni 2022. Ahad legi ( bahasa jawa) atau minggu legi, merupakan hari yang sudah ditetapkan untuk kegiatan Pasar Djadoel yang bertempat di Taman Wisata Tawun Ngawi, atau lebih dikenal setiap 35 hari sekali ( selapan dino bahasa jawa).
Pasar Djadoel Tawun kini dibuka kembali oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, setelah fakum 2 tahun karena pandemi covid 19. Pasar Djadoel Tawun Ngawi dikemas menarik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, lewat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga ( Disparpora) Ngawi, juga bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja ( DPPTK) Ngawi dan Dinas Komunikasi dan Informatika ( Diskominfo ) Ngawi.

Pasar Djadoel Tawun Ngawi mempunyai daya tarik tersendiri keunikanya. Semua yang di suguhkan Djadoel atau lama, baik makanan maupun sajian musiknya. Ada gethuk, nasi jagung, nasi tiwul, cenil, jagung rebus, pisang rebus, jenang, kolak semua serba Djadoel. Untuk hiburan musik angklung dan keroncong dari Karang Taruna “Ketawang Tawun Jaya” dari Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi.
Semua panitia maupun penjual berpakaian adat jawa. Alat pembayaran berupa uang bila membeli harus ditukar dulu dengan koin yang terbuat dari kayu dan tanah liat ( kreweng). Ribuan pengunjung yang antusias akan adanya pasar Djadoel tawun ini.

Dalam pembukaan Pasar Djadoel Dwi Rianto Jatmiko Wakil Bupati Ngawi, mengatakan “Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, Kecamatan Kasreman dan Pemdes Tawun, lounching Pasar Djadoel Yang brtempat di wisata Tawun. Pasar Djadoel Tawun ini jadi icon ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Ngawi dan luar kota Ngawi. Tujuan diadakan pasar djadoel ini, selain membumingkan wisata tawun, juga mengangkat ekonomi bagi warga Tawun dan luar Desa Tawun, baik pedagang kuliner maupun transportasi. Bupati memastikan pergerakan ekonomi mulai bangkit. Pemerintah Daerah memfasilitasi. Pasar Djadoel juga sudah diikuti di wilayah timur yaitu di waduk pondok, di wilayah barat di Desa Kauman Kecamatan Widodaren dan wilayah atas juga sudah membuka desa wisata,”.
“Setiap kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak, kami juga membuka pelayanan pendidikan berupa Perpustakaan keliling dan pelayanan Dispendukcapil berupa pelayanan KTP dan KK gratis, agar warga mudah mendapatkanya. Harapan kami untuk pasar djadoel yang akan datang dikemas lebih baik, dan menarik dengan inovasi yang baru, agar bisa mendatangkan pengunjung yang lebih banyak lagi, sehingga perekonomian warga Ngawi lebih maju dan sejahtera,” Tambah Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Diskominfo Ngawi. (Jatmiko)

