PRN Ngawi | Pembangunan infrastruktur desa terus menjadi prioritas Pemerintah Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan paving di RT 17 RW 02 Dusun Ngisor. Proyek ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Proyek pembangunan paving tersebut memiliki volume 2,5 meter x 70 meter dan menelan anggaran sebesar Rp 30.124.800,-. Anggaran Dana Desa (DD) 2025, ini dialokasikan untuk menata jalan lingkungan yang sebelumnya dalam kondisi kumuh dan sering becek, terutama saat musim hujan tiba.
Kepala Desa Kedungputri, Tri Wahyudiono, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga yang telah ikut membantu dalam proses pembangunan paving tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perubahan lingkungan yang dulunya kumuh kini menjadi lebih baik tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kedungputri, Agus Budi Warianto. Ia mengapresiasi kerjasama dan gotong royong warga selama proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan paving ini tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga memiliki dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat RT 17 RW 02 Dusun Ngisor pun menyambut baik proyek ini. Salah satu warga menyatakan bahwa jalan yang sebelumnya sulit dilalui, kini menjadi lebih nyaman digunakan, terutama bagi anak-anak sekolah dan pedagang kecil yang beraktivitas setiap hari.
Dengan selesainya pembangunan paving ini, Pemerintah Desa Kedungputri berharap adanya peningkatan mobilitas masyarakat serta tumbuhnya perekonomian lokal di kawasan tersebut. Selain itu, program ini juga menjadi contoh baik sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam membangun desa secara bersama-sama.
Ke depan, Pemdes Kedungputri berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya yang berorientasi pada kesejahteraan warga dan keberlanjutan lingkungan. Pembangunan paving di Dusun Ngisor menjadi salah satu bukti nyata dari pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat desa. (Jatmiko)


