KEPRI, PRN.id – Menyikapi pernyataan kontroversi Jaksa Agung dengan Hary Tanoesoedibjo, Andi Kusuma angkat bicara tentang permasalahan yang sedang dialami oleh HT tadi Sore Pukul 16.54 Wib. Dikediamannya Sukajadi Kota Batam, Jumat (30/06/17).
Andi Kusuma, SH.MK, turut melakukan aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap “Atas Ketidak Adilan dan Jaksa Nakal” di negara ini, ungkapnya Andi Kusuma dari kediamannya di Kota Batam.
Andi kusuma menyampaikan pesan singkat ke penerima bernama Yulianto, “Kepada Yth Sdr Jaksa Yulianto, Saudara Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman, Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya disini, saya pasti jadi pemimpin negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan, kasihan rakyat Indonesia semakin miskin. Sedangkan negara lain semakin maju dan berkembang”. Ungkapnya Andi Kusuma.SH.MK.
Dan Andi Kusuma juga mengatakan lagi dengan sms saya yang sama apakah saya juga mengancam bapak? Apakah bapak akan melaporkan saya..?,Ungkapnya Andi dengan tegas.
Dari percakapan awak media dengan Andi Kusuma, Andi sangat menyesalkan sikap Yulianto tersebut dan mengatakan. “Saya prihatin dengan mental dan sikap bapak yulianto dg merasa terancam karna Sms Bapak HT, karna sms tsb saya rasa bukan mengancam. Dan melainkan Cita2 luhur seorang negarawan, seharusnya Bapak Aminkan. Ucap Andi sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menunjukkan hasil kalimatnya di postingan via mensos dan aplikasi Whatsapp tersebut.

Dikutip dari media nasional.kompas.com, Sabtu 17 Juni 2017 Pukul 13.16 Wib. Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, mengatakan belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Bahkan, baru akan gelar perkara kasus pekan depan, Polisi telah meminta keterangan sekitar 13 saksi dan ahli.
Perlu diketahui, Yulianto pertama kali mendapatkan pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 januari 2016 sekira pukul 16.30 Wib. Yulianto mulanya mengabaikan pesan tersebut, Namun, pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, dia kembali mendapat pesan. Dikutip dari laman Babelportal.net, pangkalpinang. Ungkapnya Andi kusuma. (RED)

