23.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMApes...Modal Kerja 7 Juta Melayang dalam Sekejap

Apes…Modal Kerja 7 Juta Melayang dalam Sekejap

PRN SUMENEP | Terasa sial apa yang dialami Erfandi seorang kepala biro media Pena Rakyat News di Sumenep, uang buat modal usaha sekitar 7 juta melayang dalam sekejap. Selasa 13/4/21.

Kepada redaksi Erfandi alias Encong menuturkan asal mula kejadian yang menimpa dirinya, dikatakan bahwa uang sekitar 7 juta tersebut berasal dari upaya Erfandi pinjam hasil uang tabungan anak sekolah untuk menambah modal membeli sparepart motor.

Sebelumnya uang tersebut dimasukkan kedalam tas gendong dan setiap pulang kerja ditaruh didalam kamar, dan selama ini walaupun rumahnya selalu ramai banyak saudara dan kawan, namun belum pernah sekalipun kehilangan uang atau barang berharga lainnya. Tutur Erfandi.

Masih dalam keterangan Erfandi, saat itu dirinya sangat kaget saat ibunya memanggil dengan nada yang kencang, dikatakan oleh Katijah sang ibu bahwa dirinya telah menemukan tas gendong yang kondisi reseleting terbuka dan didalam tas terdapat id card wartawan Pena Rakyat News di samping bengkel dan uang sekitar 7 juta sudah tidak ada lagi di dalam tas.

Seputar kronologi singkat disampaikan oleh Erfandi, berawal dari Setelah sholat tarawih kedatangan tamu dari Pimpinan Redaksi media Oposisi (Suprapto) dan Redaksi media Pilarpos (Igusty) beserta istrinya dan ngobrol di gardu posko PJI yang berada disebelah bengkel. Karena sudah larut malam redaksi Pilarpos beserta istrinya pulang, tinggal saya dan Redaksi Oposisi sampai menunggu sahur.

“Kami (Erfandi dan Prapto, red) begadang di Pos sampai jam 02.30 dan sempat masuk kamar untuk mengambil rokok yang ada di tas dan saya berangkat membeli makanan untuk sahur” ucap Erfandi.
Setelah makan sahur bersama Prapto kami sempat berbincang-bincang kembali sampai menunggu adhan subuh, dan setelah terdengar Adhan Subuh saya berangkat ke Masjid dan Prapto sebelumnya sempat masuk kedalam sebentar dan berpamitan hendak ke Polda dengan mengendarai motor.

Sementara menurut Prapto saat di komfirmasi melalui selulernya telah membenarkan kejadian tersebut, saat itu dirinya berada di kediaman atau bengkel tempat usaha sampingan Erfandi, dan terkait hilangnya uang 7 juta milik Erfandi yang di masukkan dalam tas, dirinya mendengar dari Erfandi melalui telepon, pasalnya saat itu dirinya ada janji mengawal pelaporan ke Polda.

“Iya beb aku gak enak ini sebab saat hilang aku ada di sana e, ini posisiku sudah balik dan rencana mau balik lagi ke Sumenep tapi masih nunggu barengan, aku nyarankan agar Erfandi kroscek dulu sebab kan banyak orang yang lalu lalang di situ, takutnya nanti saudara sendiri pelakunya” ucap Prapto melalui selulernya kepada redaksi PRN.

Karena tidak adanya kordinasi dan agar tidak menimbulkan fitnah, Erfandi pada 15/4/2021 telah melaporkan kejadian hilangnya uang sekitar 7 juta dalam tas di dalam kamar miliknya ini ke Polsek Kalianget (nomor: LP B/2/IV/RES.1.8/2021/RESKRIM/Sumenep/SPKT dan pihak Kepolisian dari Polsek Kalianget langsung bergerak menindak lanjuti laporan Erfandi. (red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya