27.8 C
Mojokerto
BerandaCovid 19Pasien Bersalin Divonis Covid Berujung Meninggal, Ini Kisahnya..

Pasien Bersalin Divonis Covid Berujung Meninggal, Ini Kisahnya..

PRN SUMENEP | Pasien RSUD Dr. Moh Anwar Sumenep habis dilakukan operasi Caesar (sesar), di rujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget karena positif Covid-19 hingga meninggal dunia, Senin pagi 12/07/2021.

Hal itu membuat pihak keluarga pasien/almarhumah syok dan merasa ganjel, karena RSUD Dr. Moh Anwar Sumenep dengan golongan kelas C yang memiliki berbagai Dokter spesialis malah merujuk pasien pada Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget yang masih kelas D.

Berdasarkan investigasi media, pasien tersebut seorang perawat dan ibu rumah tangga (35 tahun) dinas di puskesmas Rubaru sedang hamil 8 bulan, mengalami sakit pada kandungan hingga melakukan rawat inap di puskesmas Kalianget, 07/07/2021, tanggal 08/07/2021 dilakukan rujukan ke RSUD Dr. Moh Anwar Sumenep oleh pihak puskesmas Kalianget.

Dari keterangan yang tertera dalam surat rujukan Puskesmas Kalianget ke RSUD Dr H. Moh Anwar Sumenep 08/07/2021 sekitar pukul 08.30 wib, bahwa dari hasil Rapid Tes Antigen Anti SARS COV-2 positif, sampel Nasopharynx, merk RDT: Bioscience, dengan catatan: hasil negatif tidak menyingkirkan kemungkinan terinfeksi SARS-CoV2 sehingga masih beresiko menularkan ke orang lain. Hasil negatif dapat terjadi pada kondisi seseorang belum/tidak terinfeksi. Saran: – Tetap menjaga social/physical distacing. – Pertahankan perilaku hidup bersih dan sehat (cuci tangan, etika batuk, gunakan masker, jaga stamina), tertanda tangan Dokter Penggung jawab Dr. Nurli Andayani dan PJ laboratorium puskesmas Kalianget Devy Verliantina Ajie Amd. Ak.

Lanjut, pada hari Sabtu 10/07 sekitar pukul 22.00 wib pasien dilakukan operasi Caesar (sesar) dan hari Minggu 11/07 sekitar pukul 20.00 wib pasien dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, Senin 12/07 sekitar pukul 07.00 wib pasien meninggal dunia Covid-19 dan harus mengikuti sesuai Protkes Covid-19.

Dari itu pihak keluarga merasa tidak yakin kalau almarhumah meninggal karena Covid-19, hingga terjadi kontraversi pihak keluarga almarhumah dengan Kepolisian di RSI Kalianget untuk membawah pulang, karena hasil pemeriksaan pasien positif Covid baru dikasihkan oleh pihak RSI Kalianget kepada keluarga setelah pasien meninggal dunia di RSI Kalianget.

“Anakku cuma keluhan perutnya merasa sakit bukan Covid, dia meninggal dunia habis di operasi sesar di RSUD Sumenep, kalau emang Covid kenapa hasil pemeriksaan dari RSUD Sumenep tertanggal 9 Juli 2021 tidak diberikan kepada kami dan baru diberikan setelah anakku meninggal dunia di RSI Kalianget,” ujarnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut pihak media langsung melakukan konfirmasi melalui chat WhatsApp kepada humas RSI Kalianget dan RSUD Sumenep belum ada tanggapan sedangkan chat WhatsApp yang dikirim tertanda centang dua, Senin 12/07/2021.

Hingga pihak media bersama keluarga langsung datang ke RSUD Sumenep yang ditemui oleh Kasi rawat inap Uniek wieke wijayanti, S.Kep.Ns yang didampingi oleh Kepala ruangan pasien, tapi tidak bisa menjelaskan kepada media tentang rujukan ke RSI Kalianget.

“kami bukan medis sehingga kami tidak bisa menjelaskannya, biar pimpinan RSUD sendiri nanti yang menjelaskannya,” ucap Uniek wieke wijayanti, S.Kep.Ns, Selasa 13/07.

Karena meninggal divonis Covid-19, sangat berdampak buruk bagi pihak keluarga almarhumah, merasa terpukul karena tidak bisa dilakukan pemakaman Almarhumah selayaknya seperti biasa orang Islam dan masyarakat enggan mendekat kepadanya. (ERFANDI)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya