PRN MOJOKERTO | Luar biasa pengusaha galian dari luar Mojokerto ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata pengusaha galian lainnya, namun ibarat pepatah sepandai pandainya menyimpan bangkai pasti tercium juga, satu point tercium kuat dugaan galian di dusun Grogol ‘bermasalah’
Dari penelusuran Pena Rakyat News terdapat informasi dari orang dekat HS (inisial, red) bahwasannya lahan yang digali oleh HS dan saudaranya HA ( inisial, red) diluar area yang diijinkan atau dengan kata lain diluar titik kordinat, dan nara sumber yang tidak bersedia disebut namanya ini menambahkan bahwa pernah dirinya melihat jam 02 (dua) pagi masih ada aktivitas.
Pernyataan ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Huda warga setempat, dalam keterangannya Huda menyampaikan bahwasannya aktifitas tambang milik HS di Grogol ini terdapat 2 titik lokasi galian, yang sebelah warung ada ijinnya dan yang satu tidak berijin, aktifitas yang tidak berijin seperti ‘kucing-kucingan’, ada waktu-waktu tertentu untuk bekerja, sedangkan saat jam kerja pada umumnya HS tidak bekerja dan alat berat (bego) disembunyikan di tempat lain. Ucap Nurul.

“Ini untuk mengelabuhi operasi aja mas, kadang malam bekerja, kadang sebelum subuh sampai pagi, sedangkan siang pasti tutup, ini terpaksa saya sampaikan mas sebab HS orangnya pelit banget” tegas Nurul.
Namun pernyataan ini berbanding berbalik dengan apa yang selalu disampaikan oleh HS, pria asal Pasuruan yang sudah bertahun tahun membuat lobangan sawah di Mojokerto alias penggali galian C ini, dalam keterangannya HS selalu mengatakan bahwa dirinya sudah libur tidak menggali, bahkan pernah menyampaikan bahwa dirinya saat ini usaha kandang ayam.
Sementara tampak dengan jelas bekas cakaran alat berat yang masih baru dengan kedalaman kurang lebih 20 meter diarea sawah yang diduga digali oleh HS diluar titik kordinat ijin milik HS/HA.
Ditempat berbeda Aditya Nugraha, S.H. Ketua LBH Pembela Rakyat Negeri berharap banyak agar pihak APH (aparat penegak hukum) jeli dan tegas menyikapi hal ini, mengingat kerusakan area persawahan wilayah Kutorejo semakin mengkawatirkan. Pungkas Aditya. (gun).

