PRN KEDIRI | Masyarakat mulai merasakan dampak rusaknya perbukitan di daerah lereng kelud karena menjamurnya aktivitas penambangan pasir. Dampak tersebut berupa bencana alam seperti banjir, angin kencang dan kekeringan. 01/11/2020.
Kondisi tersebut terjadi di dusun Ringin Bagus desa Manggis, Satak, Puncu . warga kabupaten Kediri mengungkapkan, wilayahnya disekitar lereng kelud yang semua dikeruk oleh pengusaha tambang pasir.
Bencana banjir bandang di wilayah Kabupaten Kediri yang ditenggarai salah satu penyebabnya karena aksi penambangan liar di Mangli dan sekitaran kelud
Awalnya, penambangan dilakukan secara manual bermodalkan perkakas berupa linggis, pacul, dan singkup. Peralatan sederhana tersebut berubah menjadi alat-alat berat.
Para pelaku penambangan merupakan pengusaha-pengusaha yang menyewa lahan di bukit-bukit tersebut. Kawasan perbukitan pun lambat laun hancur.
Menurut kesaksian warga. Yang enggan di sebut namanya Banjir kali ini cukup deras bahkan bisa dalam tanda, siaga karena deras nya arus air menghanyutkan pohon” kecil air yang bercampur tanah pasir dan matrial lainya membuat warna air yang sangat keruh .
Dan diduga Karena makin maraknya penambangan – penambangan Pasir dan batu di lereng Kelud yang merusak ekosistem keseimbangan alam dan. Seperti di perkebunan Mangli yang sekarang berubah fungsi yang semula kegiatan berkebun dan menanami pohon yang juga berfungsi sebagai penahan air sekarang.
Bila sudah seperti. Ini siapa yang akan bertanggung jawab dengan rusak ekosistem alam karena yang dahulu perkebunan pepohonan nya berfusi dan berguna sebagai penahan air.(Bram /Arya)

