28.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMPNM MEKAAR 'Plin Plan' Selalu Ribet Dalam Pencairan

PNM MEKAAR ‘Plin Plan’ Selalu Ribet Dalam Pencairan

PRN TULUNGAGUNG – Di saat semua perusahaan dan dunia perbankan di Negeri ini berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik terhadap para nasabahnya, namun tidak demikian dengan PNM MEKAAR.

Lembaga Pembiayaan Dan Pemberdayaan UMKMK Mekaar yang merupakan bagian dari Perusahaan BUMN PT.PNM (Permodalan Nasional Mandiri) yang didirikan pemerintah sebagai bagian solusi strategis meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) di sinyalir masih banyak karyawan/petugasnya yang kurang profesional dalam melayani nasabahnya.

Hal tersebut terjadi di Kabupaten Tulungagung. Senin (25/02/2019). Lembaga Pembiayaan Dan Pemberdayaan UMKMK Mekaar Cabang Kedungwaru tepatnya pada kelompok kutoanyar 4 ricuh karena petugas/ karyawan Mekaar tidak profesional dan tidak jelas pada saat melayani nasabahnya.

Hal tersebut terungkap saat petugas/karyawan PNM Mekaar tidak bisa mencairkan dana terhadap nasabahnya (ft) seperti yang telah di janjikan.

Menurut petugas/karyawan PNM Mekaar Fitri Nur Hidayati, yang di tugaskan secara lesan oleh atasannya merasa tidak tahu menahu tentang agenda pencairan nasabah pada kelompok Mekaar kutoanyar 4.

“Maaf, saya dari petugas Mekaar kecamatan Pakel, yang di tugaskan untuk menggantikan petugas yang sakit”.jelasnya.

Sontak para anggota/nasabah PNM Mekaar yang semua kaum ibu ricuh dan kecewa dengan perlakuan petugas yang telah sering kali mempermainkan para anggota nasabahnya.

Menurut (En) dan para anggota nasabah yang hadir, kejadian seperti ini tidak hanya terjadi kali ini saja, bahkan sering terjadi di saat akan adanya pencairan Top Up nasabah, petugasnya pasti ganti dengan berbagai macam alasan yang ujung-ujungnya pencairan terhadap nasabah di tunda.

“Setiap kali ada pencairan Top Up terhadap nasabah pasti petugasnya ganti, padahal semua prosedur dan persyaratan sudah lengkap, bahkan 3 bulan yang lalu ada sekitar 15 nasabah yang melakukan Top Up juga di perlakukan seperti itu, petugasnya di ganti dan pencairanya di tunda. Saking seringnya gonta ganti petugas sampai kami tidak hafal karena petugas tidak pernah menunjukkan ID card nya, tetap saja berjaket dan bermasker di saat bertugas”.ungkapnya.

Aulia yolanda selaku KC (Kepala Cabang) PNM Mekaar Kedungwaru kabupaten Tulungagung saat di konfirmasi mengatakan bahwa, tidak ada agenda pencairan terhadap anggota/nasabah PNM Mekaar di kelompok kutoanyar 4.
Aulia berdalih bahwa AO (Acount Oficer) Mekaar yang bernama Winarti yang merupakan anak buahnya tidak pernah memberikan laporan kepadanya tentang agenda pencairan Top Up nasabah di kelompok Mekaar kutoanyar 4 yang menjadi wilayah kerjanya.

“Saya sebagai KC belum pernah menerima laporan dari mbak wiwin (winarti) tentang adanya pencairan Top Up nasabah di kelompok sini”.kilahnya.

Sangat ironis sekali, padahal proses pengajuan oleh nasabah sudah di lakukan sesuai dengan sistem lebih dari 3 minggu dan telah di lakukan oleh petugas PNM Mekaar dan telah di agendakan bahwa hari ini jadwal pencairannya, masak pimpinan tidak mengetahui, celetuk (BN) nasabah yang lain.

Saking kecewanya karena sering di permainkan petugas, (BN) langsung melakukan pelunasan dan menyatakan keluar dari keanggotaan Mekaar.
Kendati telah di bujuk dan di rayu petugas supaya tidak keluar dari keanggotaan Mekaar namun BN dan seluruh nasabah sudah terlanjur kecewa dengan kinerja dan pelayanan petugas PNM Mekaar yang tidak profesional.

Perlu di ketahui bahwa Pra sejahtera di Indonesia tidak dapat dihindari, namun dihadapi. Salah satu cara menghadapi pra sejahtera di Indonesia hadir melalui PNM Mekaar pada tahun 2015. Mekaar memberikan layanan bagi wanita pra sejahtera yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha maupun modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Para wanita pra sejahtera secara berkelompok mendapat modal serta binaan untuk membuka usaha dan mengembangkan usaha mereka.(bersambung/tim red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya