close
HUKUM

Proses Pengosongan Berlangsung Ricuh, Kuasa Hukum Hampir “Smackdown” dengan Oknum TNI AL

PRN LAMONGAN | Proses pengosongan bangunan di desa Ardirejo Lamongan berlangsung ricuh, tim kuasa hukum dari pemenang lelang bersikeras dan mengeluarkan isi  rumah dan menjadi tontonan warga. 21/10/2020.

Kesabaran Harmoko Wahid terlihat sudah habis, pasalnya lahan dan bangunan yang dibelinya dari  Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya tahun 2015 tanah seluas 364 M2 dengan harga Rp.450.000.000.- dan bahkan saat ini sudah SHM no.38 atas nama dirinya, masih dikuasai oleh Kopka TNI AL Bahtono dan keluarganya.

Dari keterangan yang didapat dari Harmoko Wahid, sejak tahun 2017 lahan yang sudah dibelinya ini sudah di exsekusi oleh pengadilan, namun pemilik lama mentang-mentang dirinya tidak ada keberanian untuk menempati. Ucap Harmoko.

Sementara tampak dalam rekaman video Kuasa Hukum Irfa’I, S.H. dengan memakai seragam kebesaran LPK YAPERMA bersama timnya beradu mulut dengan Erna Wibi Suci Rahayu  istri dari Kopka Bahtono sampai terjadi pingsan, dan tampak Irfa’I, S.H. dalam membela kliannya menghela dan menarik Kopka Bahtono  bagaikan atlit SMACKDOWN professional.

“Terpaksa hal ini kami lakukan, kami sebagai kuasa hukum dari Harmoko Wahid sudah berupaya melakukan teguran dan peringatan serta negosiasi dengan baik, namun Kopka Bahtono masih bersikeras mempertahankan lahan dan bangunannya karena merasa masih menjadi miliknya” Tegas Irfa’I, S.H.

Sementara menurut Kopka Angkatan Laut Bahtono saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa dirinya mempertahankan bangunan dan menempatinya ini dengan alasan bahwa dirinya merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses lelang ditahun 2015 silam. (sh07)

Tags : Berlangsung RicuhLamongan

Leave a Response