30.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMUrusan Piutang, Oknum Pegawai Kejaksaan "Sita Paksa" Unit Mobil

Urusan Piutang, Oknum Pegawai Kejaksaan “Sita Paksa” Unit Mobil

PRN BOJONEGORO| Urusan Utang Piutang berujung “penyitaan paksa” dilakukan oknum pegawai Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Mediasi difasilitasi Kasipidum Kejari berujung “deadlock” dan oknum sempat mengumpatan “bajingan” ke pemilik mobil. Rabu (5/1/2022).

Sukirah warga Kecamatan Tambakrejo harus rela mobilnya diambil dengan dalih sebagai jaminan hutang, Bovi yang diketahui merupakan salah seorang pegawai kejaksaan negeri Bojonegoro ini telah meminta sebuah unit mobil Avanza Velos th 2013 warna hitam dengan nopol W 1164 RH, milik Sukirah.

Menurut keterangan Sukirah, Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2019 lalu, yakni mobil milik Sukirah tersebut diminta oleh Bovi dari tangannya di lokasi rumah salah satu warga yang sedang mengadakan hajatan dan disaksikan oleh banyak orang dengan cara mengancam dan memaksa, yang mana masih mengenakan seragam dinas dari Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Dengan kejadian tersebut Sukirah didampingi tim Kuasa Hukumnya Muhamad Khoirul Fuad, S.H., mendatangi kantor kejaksaan Bojonegoro dan bertemu dengan Arfan selaku KasiPidum Kejaksaan negeri Bojonegoro untuk mengadukan kejadian tersebut dan meminta agar dapat dilakukan mediasi atas perilaku oknum pegawai kejaksaan tersebut. Selasa (4/1/2022).

Dikesempatan yang sama pula Arfan Selaku Kasipidium Kejaksaan negeri Bojonegoro kemudian mempertemukan pihak Sukirah dengan Bovi untuk melakukan proses mediasi tersebut.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak sukirah sendiri membenarkan bahwasanya memang memiliki tanggungan hutang kepada ayah saudara bovi dengan nominal 23 Juta Rupiah, tapi sudah diangsur 10 juta, dilain sisi Bovi membenarkan bahwasanya telah meminta unit mobil tersebut sebagai jaminan atas hutang dari Sukirah serta menerangkan rincian jumlah nominal hutang milik sukirah yang mencapai 45 Juta rupiah.

Sungguh sangat di sayangkan mediasi yang di fasilitasi oleh Kasipidum Kejari Bojonegoro tersebut guna mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan perkara tersebut namun malah terkesan tidak saling menghargai dan berbeda penyampaian, sehinga sempat terlontar kata-kata kasar yang menyebut Sukirah Bajingan di forum mediasi yang juga di saksikan oleh pak arfan selaku kasipidum kejaksaan negeri Bojonegoro.

“Gini mas, mediasi ini kedua nya beda penyampaian, saya akan mencoba untuk membantu sekali lagi gimana baik nya agar masalah ini segera selesai cukup di sini saja , dan bagaimana hasilnya besok akan saya spaikan ke jenengan,” ucap Kasipidum Kejari Bojonegoro itu sambil menyayangkan sikap kurang terpuji dari saudara bovi dan mengakiri mediasi tersebut”.
(AN)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya